MALANG, NewMalangPos – MAN 2 Kota Malang tak pernah berhenti menorehkan prestasi di kancah internasional. Dalam waktu dekat siswa madrasah di Jalan Bandung ini kembali akan berkompetisi di ajang bergengsi dunia. Yakni International Physics Olympiade (IPhO) 2021, yang akan digelar (17/7) mendatang.

Adalah M. ‘Anin Nabail ‘Azhiim siswa MAN 2 Kota Malang yang beberapa waktu lalu meraih medali perak dalam Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2021 Bidang Fisika. Dan kali ini, berkat prestasinya tersebut ia akan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Anin bahkan menjadi peserta satu-satunya jebolan madrasah. Alias perwakilan dari madrasah dalam kompetisi fisika internasional tersebut. “Saya bersyukur bisa menjadi perwakilan madrasah. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Juga sebagai bukti bahwa madrasah juga bisa bersaing dengan sekolah unggulan lainnya, semoga saya bisa memberikan yang terbaik,” ucapnya.

Kepada New Malang Pos, Anin menyampaikan bahwa kesempatan berkompetisi di IPhO diperoleh karena kejuaraan KSN 2021. Mereka yang meraih medali dalam ajang tersebut selanjutnya mendapat pembinaan di Pelatihan Nasional (Pelatnas).

Pembinaan itu dilaksanakan sebanyak tiga kali. Setiap tahapnya dilakukan seleksi. Hingga mendapatkan lima terbaik untuk berkompetisi di IPHO mewakili Tanah Air Indonesia. Pelatnas 1 dan 2, dilalui dengan baik oleh Anin. Hingga akhirnya ia mendapat kesempatan emas tersebut.

Ia mengungkapkan saat ini fokus pada Pelatnas yang difasilitasi oleh Kemendikbud sebagai persiapan untuk menghadapi IPhO. Pelatnas ke-tiga ini dilaksanakan sejak (2/7) lalu hingga 16 Juli mendatang. Pelatnas diisi oleh dosen-dosen yang menjadi juri KSN Fisika dan juga alumni IPhO.

Selama pelatnas diisi oleh simulasi tes teori maupun tes eksperimen untuk IPhO. Untuk simulasi teori dari tanggal 2-12 Juli dilakukan secara online. Untuk simulasi eksperimen akan dilakukan di Bogor dari tanggal 13 sampai 16 Juli 2021. “Umumnya mencoba alat-alat eksperimen IPhO tahun-tahun sebelumnya. Sebelum pelatnas ini saya juga belajar mandiri, biasanya dengan latihan soal-soal IPhO tahun sebelumnya,” kata siswa asal Madiun ini.

Target Anin sendiri tidak muluk-muluk. Baginya mendapat medali KSN pun sudah cukup membanggakan. Apalagi sampai masuk Pelatnas dan punya kesempatan di IPhO. “Di pelatnas tujuan utamanya hanya untuk belajar. Tidak menyangka masuk IPhO, jadi ini adalah anugerah, semoga bisa mendapat medali emas atau perak,” harapnya.

Sebagai siswa yang jago IPA atau fisika, tidak sedikit tropi dan medali yang didapat Anin dari berbagai kejuaraan. Namun bagi putra pasangan dari Suroto Zainal Muttaqin dan Istiqomah ini, tropi bukanlah yang utama. Ada banyak hal yang lebih bermakna. Selain membanggakan orang tua dan guru, pengalaman dan teman baru di lingkungan olimpiade juga sangat berharga. “Disini saya belajar bahwa butuh kerja keras untuk meraih impian. Selama di MAN saya mendapat bimbingan yang begitu intensive dari para guru pembina,” ungkapnya.

Sebenarnya, saat ini Anin sudah menjadi mahasiswa Tahun Akademik 2021-2022. Ia diterima di Jurusan Fisika Universitas Indonesia (UI). Namun di IPhO ia masih tercatat sebagai siswa MAN 2 Kota Malang. Karena sejak KSN hingga Pelatnas statusnya masih siswa. (imm)

Postingan Terkait