Yogyakarta (MAN 2 Kota Malang) –Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI kembali menggelar Grand Final Kompetisi Robotik Madrasah atau Madrasah Robotic Competition (MRC). Pada Grand Final MRC berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, 22-23 November 2022, Dua Tim MAN 2 Kota Malang dinobatkan menjadi finalis dalam dua kategori pada Madrasah Robotic Competition (MRC) 2022 pada selasa (22/11/2022) kemarin . Dukungan dua tim robotik, hadir diantaranya  Kepala Madrasah Drs. H. Mohammad Husnan, M.Pd, Wakasis Anita Yusianti, M.Pd dan Pendamping Tim prestasi non akademisi Rintahani Johan Pradana, M.Pd, Ayu Dewi Masithoh. S.Pd, Ayu Dwi Setyoningtyas, S.Pd serta pendamping ekskul robotik Mochamad Abuzar Al Qhifari.

Untuk tim kategori battle robot yaitu tim Excalibur Nailul Azmi kelas XII IPS 1 bersama Akbar Fayyaz Utomo kelas XI MIPA 1 menyampaikan kesiapanya menghadapi tantangan dalam menyelesaikan semua misi yang ditetapkan oleh panitia MRC 2022.

“Alhamdulillah, tantangan dari panitia MRC 2022 harus bisa kita selesaikan, mulai dari menyusun balok mengambil bola dan melemparkan bola tersebut pada titik yang dituju, dalam proses latihan tim Excalibur selama ini tentunya melewati fase trying and error guna menemukan program yang efisien untuk menyelesaikan misi dari kompetisi battle MRC”. Ucap mereka berdua.

Sementara itu, tim kategori bidang inovasi yaitu tim Folium Bot Kaevlin Fadla Taqia kelas XII IPS 2 dan Givan Chiraghia Rahman kelas XII IPS menyampaikan bahwa Robotnya tersebut dirancang untuk menangani masalah lingkungan yaitu sampah organik terutama daun kering yang dapat menyumbat drainase.

“Problem penyumbatan drainase sangat berbahaya jika tidak ditanggulangi, apalagi disaat musim penghujan seperti saat ini, maka ancaman banjir dan genangan air dapat menjadi sarang jentik nyamuk. Kami berdua mencoba merubah problem sampah organik menjadi sebuah manfaat yaitu kompos yang tentunya akan bermanfaat bagi lingkungan di Madrasah, dan robot kami dapat membedakan sampah daun dengan sampah lainnya. Tantangan tim inovasi MAN 2 Kota Malang dalam membuat robot ini adalah mancari komponen dan program yang efisien supaya Folium Bot dapat berjalan dengan lancar” jelas mereka.

Sementara itu Kepala MAN 2 Kota Malang Drs. H. Mohammad Husnan, M.Pd yang ikut mendampingi dua tim menyampaikan bahwa peserta didik madrasah supaya belajar mendalami Robot yang sangat dibutuhkan di zaman saat ini, hal yang biasa di fase trying and error dalam pembuatan robot.

“ Alhamdulillah kedua tim peserta didik kami pastinya pernah ada di fase trying and error dalam pembuatan robot mereka dan peran dari pendamping dan pelatih adalah memberikan motivasi untuk menguatkan mental tim, tidak lupa peran dari para alumni yang dulu pernah berprestasi juga sangat besar dengan memotivasi adik kelasnya untuk terus berjuang lebih baik lagi.” Ujar beliau

Moh Abuzar Al Qhifari, selaku pendamping ekstra kurikuler bidang Robotik menyampaikan kepada dua tim Robotik tersebut bahwa dalam mengikuti kompetisi setelah pesersiapan dilakukan, kemudian harus memiliki mental tanding yang kuat serta bersungguh-sungguh.

“ Untuk memberikan penguatan mental dua tim, saya selalu menekankan ungkapan Arab “Man Jadda Wa Jadda” yang memiliki arti, barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia pasti berhasil. Kompetisi MRC ini tentunya akan membawa efek yang sangat positif bagi peserta didik, terkait pendidikan semangat kompetisi, tidak mudah menyerah dan selalu memberikan yang terbaik bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga madrasah,” Ucapnya. (Tim Humas)

MAN 2 KOTA MALANG - JUARA PRIMA

Postingan Terkait