Kota Malang – Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (MGMP PJOK) Madrasah Aliyah Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Workshop dan Sarasehan Pengembangan Media Pembelajaran yang Interaktif dan Terintegrasi bagi guru PJOK MA se-Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula PSBB MAN 2 Kota Malang pada Selasa–Rabu, 3–4 Februari 2026 dan diikuti oleh 60 peserta dari berbagai madrasah aliyah di Jawa Timur. Workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PJOK dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Ananda Mahaputra Carlen, siswa kelas XH MAN 2 Kota Malang. Lantunan ayat suci tersebut menambah kekhidmatan suasana pembukaan dan menjadi pembuka rangkaian kegiatan workshop dan sarasehan MGMP PJOK MA Jawa Timur.
Ketua MGMP PJOK MA Jawa Timur, Drs. Muslim Muttaqien, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja MGMP PJOK MA Jawa Timur dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme guru. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta guru PJOK dari berbagai daerah.
“Kegiatan ini kami rancang untuk menyatukan hati, mempererat kebersamaan, serta saling mengenal antaranggota MGMP PJOK MA Jawa Timur. Sinergi antar guru menjadi modal penting dalam memajukan pembelajaran PJOK di madrasah. Melalui PJOK, kita dapat berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang sehat, berkarakter, dan berprestasi di madrasah,” ungkapnya.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepercayaan MGMP PJOK MA Jawa Timur yang telah memilih MAN 2 Kota Malang sebagai tuan rumah. Beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan minggu yang cukup padat dengan berbagai agenda madrasah.
“Namun, kegiatan MGMP seperti ini memiliki nilai strategis karena mampu menjaga tali silaturahmi dan menjadi ruang berbagi praktik baik antar pendidik. Di sisi lain melalui kegiatan ini potensi guru dan peserta didik dapat dioptimalkan. Dan juga selamat datang di MAN 2 Kota Malang, semoga ilmu yang diperoleh selama kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan,” tuturnya.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Malang dalam sambutannya menyoroti karakter guru PJOK yang dinilainya penuh semangat dan produktif. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting dalam meningkatkan kapasitas diri guru PJOK, baik secara pribadi maupun kelembagaan.
“Kami berharap kehadiran bapak dan ibu benar-benar memberikan manfaat yang nyata, baik bagi pengembangan diri maupun bagi madrasah masing-masing. Peran PJOK dalam menciptakan kebahagiaan peserta didik melalui aktivitas fisik yang edukatif menjadikan anak-anak merasa bahagia karena dapat belajar sambil bergerak dan bermain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa pengembangan madrasah ke depan memiliki sejumlah prioritas, di antaranya keunggulan mutu dan digitalisasi madrasah. Guru PJOK diharapkan dapat menjadi teladan dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari nilai ekoteologi. Menurutnya, pendidikan unggul dan ramah anak perlu disertai pemahaman bahwa kecerdasan peserta didik bersifat beragam.
“Guru PJOK memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan positif seperti bangun pagi, beribadah, serta menjaga pola makan halal dan sehat agar menjadi habit yang bermanfaat bagi peserta didik,” terangnya. Beliau menutup sambutannya dengan memberikan motivasi kepada seluruh peserta. “Selamat beraktivitas, sukses untuk seluruh program, dan jadilah guru yang selalu dinanti oleh peserta didik di madrasah masing-masing,” pungkasnya.
Workshop ini menghadirkan pemateri Dr. Adi Wijayanto, S.Or., S.Com., M.Pd., AIFO, yang menyampaikan materi teori dan praktik pengembangan media pembelajaran menggunakan Bookcreator. Peserta dibekali pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis dalam menyusun media pembelajaran PJOK yang interaktif dan terintegrasi. Selain sesi workshop, kegiatan juga diisi dengan sarasehan, pembahasan program kerja MGMP PJOK MA Jawa Timur, pembentukan koordinator daerah, hingga pertandingan olahraga sebagai sarana mempererat kebersamaan antar guru.
Kegiatan workshop dan sarasehan MGMP PJOK MA Jawa Timur ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme peserta. MAN 2 Kota Malang sebagai tuan rumah berhasil menghadirkan suasana yang kondusif serta fasilitas yang mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Partisipasi aktif peserta dan dukungan madrasah menunjukkan komitmen MAN 2 Kota Malang dalam mendukung peningkatan profesionalisme guru. Melalui kegiatan ini, MAN 2 Kota Malang menegaskan perannya sebagai madrasah yang terbuka terhadap kolaborasi dan pengembangan mutu pendidikan. Diharapkan, sinergi yang terbangun dari kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan madrasah di Jawa Timur. (RI)




