Kota Malang – Pada Senin (23/2) MAN 2 Kota Malang menggelar rapat daring (Zoom) bersama orang tua/wali murid terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PMB) jalur undangan, prestasi, dan terpadu. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Laboratorium Sains Ruang Auditorium ini diikuti oleh 358 peserta Zoom. Dari jumlah tersebut, sebanyak 303 siswa dinyatakan lolos pada jalur ini untuk bergabung sebagai peserta didik baru. Rapat besar tersebut dibagi menjadi dua sesi utama yang memaparkan program madrasah serta peran komite.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., memaparkan berbagai capaian prestasi madrasah sekaligus tata aturan bagi siswa baru.
“MAN 2 Kota Malang terus berkomitmen mencetak generasi berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Kami juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan karakter sejak hari pertama peserta didik bergabung. Aturan yang diterapkan bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, religius, dan unggul,” tuturnya.
Ketua Mahad Al Qalam, H. Ahmad Taufiq Wahyudi As, Lc., M.A., menjelaskan seluk-beluk kehidupan di asrama (mahad), mulai dari kedisiplinan hingga program tambahan belajar.
“Mahad Al Qalam menanamkan kedisiplinan sebagai fondasi utama pembinaan santri. Kami menyediakan tambahan belajar dan bimbingan intensif untuk mendukung prestasi akademik. Seluruh capaian siswa akan kami kawal semaksimal mungkin, termasuk pengawasan penggunaan perangkat seperti ponsel dan laptop,” ungkapnya.
Dalam sesi kedua, rapat dihadiri oleh jajaran komite madrasah. Ketua Komite, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas seleksi ketat jalur prestasi dan terpadu. Beliau juga menegaskan dukungan komite terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan serta pengelolaan dana komite yang kembali untuk kepentingan peserta didik.
Sementara itu, Bendahara Komite, dr. Nur Kholis Qomari, menegaskan komitmen transparansi pengelolaan dana.
“Dana komite dikelola secara akuntabel dan transparan untuk menunjang kegiatan pendidikan siswa. Setiap program yang didanai bertujuan meningkatkan kualitas layanan madrasah. Kami berharap dukungan orang tua agar program berjalan optimal,” jelasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara pihak madrasah dan orang tua/wali murid. Berbagai pertanyaan terkait program mahad, kurikulum, hingga teknis kegiatan belajar dijawab secara rinci oleh narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya partisipasi dalam diskusi tersebut. Rapat ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara madrasah dan orang tua dalam mendampingi pendidikan siswa.
Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah awal membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif. Dengan kolaborasi yang baik, MAN 2 Kota Malang optimistis dapat terus meningkatkan prestasi dan kualitas layanan pendidikan. Pertemuan daring ini pun ditutup dengan harapan agar seluruh siswa baru dapat beradaptasi dan berkembang secara optimal di lingkungan madrasah. (RI)




