Yogyakarta, Rabu (8/4) – Siswa MAN 2 Kota Malang melaksanakan program inovasi unggulan kegiatan hari ketiga dalam rangka SUJABAJOS 2026 melalui program Tadabur Alam di kawasan Gunung Merapi. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB diisi dengan eksplorasi edukatif lingkungan alam, meliputi lava tour, kunjungan ke Museum Erupsi Gunung Merapi, serta peninjauan bunker sebagai saksi bisu dahsyatnya erupsi.
Sebanyak 125 jeep dari total 515 peserta bersama 26 pendamping mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan penuh antusias. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal lebih dekat kondisi geografis, sejarah erupsi Gunung Merapi, serta dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pengetahuan dengan pengalaman langsung di lapangan.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Alif Rifa’i, S.S., menyampaikan bahwa kegiatan hari ketiga berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi siswa.
“Alhamdulillah, seluruh siswa dalam kondisi sehat, termasuk yang sebelumnya sempat sakit sudah kami tangani dengan baik. Kegiatan pengenalan lingkungan melalui lava tour ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial serta kecintaan terhadap alam sekitar. Siswa juga menunjukkan sikap yang baik dengan menjaga etika selama kunjungan dan aktif berinteraksi dengan pemandu,” tuturnya.
Beliau juga menambahkan bahwa pengalaman langsung di lapangan seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya terbatas di dalam kelas, tetapi juga perlu diperluas melalui kegiatan nyata yang memberikan kesan mendalam bagi peserta didik.
Salah satu siswa kelas XI, Evelyn Naswa, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan Tadabur Alam ini. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga, terutama saat melihat langsung dampak erupsi Gunung Merapi.
“Kami jadi lebih memahami kondisi lingkungan sekitar dan semakin mencintai alam. Melihat dampak erupsi yang begitu besar membuat kami sadar betapa dahsyatnya kekuatan alam. Kegiatan ini juga menjadi kenangan indah karena bisa berkumpul dan berkeliling bersama teman-teman satu angkatan,” ungkapnya.
Kegiatan Tadabur Alam hari ketiga ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kenangan yang tak terlupakan. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Pengalaman belajar di alam terbuka menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter peduli dan tangguh. Selain itu, kebersamaan yang terjalin selama kegiatan turut mempererat solidaritas antar siswa. Pada kegiatan SUJABAJOS 2026 pun diharapkan terus menjadi program yang inspiratif dan bermakna bagi seluruh peserta. (KEV/RI)



