Jakarta – Siswa MAN 2 Kota Malang kembali melanjutkan rangkaian program inovasi unggulan Sujabajos 2026 pada hari ke-empat dengan melaksanakan kunjungan studi ke Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, Kamis (9/4) pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana edukatif dan interaktif, di mana para siswa mendapatkan pengalaman langsung mengenal dunia perkuliahan yang berbasis praktik dan kebutuhan industri. Kunjungan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam memberikan gambaran nyata mengenai kehidupan kampus sekaligus memperluas wawasan siswa terhadap pilihan pendidikan tinggi yang beragam.
Selama kegiatan berlangsung, siswa diperkenalkan pada konsep pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada keterampilan praktis serta kesiapan kerja. Mereka memperoleh pemahaman bahwa pendidikan tidak semata berorientasi pada gelar akademik, tetapi juga pada kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri. Dalam sesi pemaparan, dijelaskan bahwa sistem pembelajaran vokasi mengedepankan praktik langsung dengan tugas akhir berupa magang di perusahaan atau instansi terkait. Hal ini memberikan gambaran konkret kepada siswa mengenai pentingnya pengalaman kerja sejak masa studi.
Fais Qur’anianto, S.Pd., perwakilan MAN 2 Kota Malang, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengenalkan dunia pendidikan tinggi kepada siswa secara lebih dekat.
“Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk melihat secara langsung bagaimana proses pembelajaran di perguruan tinggi vokasi berlangsung. Kami ingin siswa memahami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh gelar, tetapi juga oleh keterampilan yang dimiliki. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu menemukan arah dan minatnya sejak dini. Selain itu, pengalaman ini juga dapat menjadi bekal dalam menentukan pilihan studi lanjut yang tepat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa di masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, Raden Muhammad Rafi Tata Samudra, S.S., tenaga kependidikan perwakilan dari Humas Vokasi UI, menjelaskan bahwa pendidikan vokasi di Universitas Indonesia dirancang untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Kami menekankan pembelajaran berbasis praktik agar lulusan memiliki kesiapan kerja yang optimal dan mampu bersaing di dunia profesional,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa Vokasi UI terus mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar serta membuka peluang kerja sama internasional guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
Dalam kegiatan siswa juga dikenalkan pada berbagai program studi yang ditawarkan, mulai dari bidang kesehatan, bisnis, hingga industri kreatif dan keuangan. Antusiasme siswa terlihat tinggi, terutama saat mereka mendapatkan penjelasan mengenai program studi yang dekat dengan kehidupan generasi muda seperti produksi media dan bisnis kreatif. Selain itu, siswa juga memperoleh informasi terkait jalur masuk perguruan tinggi, termasuk jalur prestasi yang memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan.
Interaksi yang terjalin selama sesi tanya jawab menunjukkan meningkatnya rasa ingin tahu dan kesadaran kritis siswa dalam menentukan masa depan pendidikan mereka. Berbagai pertanyaan diajukan terkait sistem pembelajaran, peluang sertifikasi, hingga prospek kerja lulusan vokasi. Hal ini mencerminkan bahwa siswa mulai memahami pentingnya memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan zaman.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga pengalaman berharga yang memberikan wawasan baru bagi siswa mengenai dunia pendidikan tinggi. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu merencanakan masa depan dengan lebih matang serta memiliki motivasi yang kuat untuk melanjutkan pendidikan sesuai potensi yang dimiliki.
Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai juara prima dalam diri setiap siswa, yakni jujur, kerja keras, berprestasi, dan bermartabat. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa depan. Dengan semangat belajar yang tinggi, siswa diharapkan mampu meraih cita-cita dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang unggul dan siap bersaing di era global. (FQ/RI)



