Kota Bandung – Apresiasi terhadap budaya prestasi dan penguatan tata kelola mewarnai pengesahan Pedoman Manajemen Tahun Pelajaran 2026/2027 MAN 2 Kota Malang. Dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) bertema “Transformasi Tata Kelola Madrasah: Berintegritas, Inovatif Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)”, madrasah meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui tata kelola yang profesional, inovatif, dan berintegritas.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (21/6) pukul 19.45–22.40 WIB dan dipandu oleh Emma Fitria Agustiana, M.Pd. tersebut dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kementerian Agama Kota Malang, Kasi Pendidikan Pondok Pesantren (Pontren) Kementerian Agama Kota Malang, jajaran Komite MAN 2 Kota Malang, serta seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Malang yang terdiri atas pimpinan madrasah, guru, tenaga kependidikan, tim pendamping, PSBB, takmir masjid, hingga para pembina ekstrakurikuler dan olimpiade.
Pengesahan Pedoman Manajemen merupakan agenda tahunan yang menjadi dasar pelaksanaan program kerja sekaligus pedoman penyelenggaraan tata kelola madrasah selama satu tahun pelajaran. Dokumen yang telah disusun secara komprehensif ini diharapkan menjadi acuan bagi seluruh warga madrasah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat budaya kerja, serta mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan melayani.
Dalam sambutannya, Ketua Komite MAN 2 Kota Malang, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., memberikan apresiasi kepada tim penyusun yang telah menyelesaikan Pedoman Manajemen Tahun Pelajaran 2026/2027.
“Saya mengapresiasi tim penyusun Pedoman Manajemen yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh. Semoga seluruh ikhtiar yang kita lakukan dalam memajukan madrasah ini senantiasa mendapatkan ridha Allah SWT,” tuturnya.
Menurutnya, pedoman yang telah disusun tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga harus menjadi pedoman yang hidup dalam pelaksanaan program madrasah.
“Pedoman ini perlu kita jadikan pegangan bersama agar lebih bermakna dan mampu mengarahkan setiap langkah pengembangan madrasah secara terukur dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi atas penyusunan dokumen Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan.
“Saya mengapresiasi langkah madrasah dalam menyusun dokumen Zona Integritas menuju WBBM. Ini menunjukkan keseriusan kita untuk bergerak lebih cepat, memberikan layanan yang semakin baik, dan menghadirkan birokrasi yang bersih serta melayani,” tambahnya.
Lebih lanjut, beliau menyoroti berbagai capaian yang berhasil diraih MAN 2 Kota Malang dalam beberapa tahun terakhir.
“MAN 2 Kota Malang telah berkembang menjadi salah satu dari 30 sekolah terbaik tingkat nasional dalam kategori Sekolah Transformasi Unggulan Garuda. Capaian ini menunjukkan bahwa madrasah mampu menjadi kompetitor yang bermutu di tingkat nasional,” tambahnya.
Beliau mengapresiasi konsistensi prestasi akademik yang berhasil dipertahankan oleh peserta didik.
“Kita patut bersyukur karena mampu mempertahankan tradisi prestasi dengan meraih juara olimpiade selama lima tahun berturut-turut. Ini adalah hasil kerja keras seluruh keluarga besar madrasah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau mengingatkan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendampingi peserta didik agar berkembang secara optimal.
“Mendampingi anak-anak merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pihak memiliki peran dan kontribusi yang sangat penting dalam menguatkan kualitas serta masa depan generasi kita,” ungkapnya.
Disisi lain juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Malang yang terus memberikan dukungan dalam berbagai situasi.
“Baik dalam keadaan suka maupun duka, semangat kebersamaan dan kontribusi yang diberikan seluruh warga madrasah patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya,” pungkasnya.
Terkait pengelolaan program, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., menekankan pentingnya perencanaan yang efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Setiap kegiatan dan rencana anggaran perlu diseleksi secara cermat serta disesuaikan dengan regulasi yang ada agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi pengembangan madrasah,” tegasnya.
Beliau berharap penguatan sarana dan prasarana dapat terus menjadi perhatian bersama untuk terus mendukung peningkatan sarana dan prasarana. Semoga pembangunan laboratorium yang direncanakan dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat yang besar bagi proses pembelajaran,” jelasnya.
Prosesi pengesahan Pedoman Manajemen Tahun Pelajaran 2026/2027 ditandai dengan penandatanganan dokumen oleh Kepala MAN 2 Kota Malang. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama seluruh warga madrasah untuk menjadikan pedoman manajemen sebagai acuan dalam pelaksanaan program dan layanan pendidikan. Dengan pengesahan ini, arah kebijakan dan pengembangan madrasah selama satu tahun ke depan semakin jelas dan terukur.
Melalui Pedoman Manajemen yang telah disahkan, MAN 2 Kota Malang diharapkan semakin mampu menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Semangat kolaborasi yang terbangun selama ini menjadi modal penting dalam memperkuat budaya kerja yang profesional dan berintegritas. Berbagai prestasi yang telah diraih diharapkan dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan pada masa mendatang. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, MAN 2 Kota Malang optimistis mampu mewujudkan tata kelola yang bersih, melayani, dan berorientasi pada mutu pendidikan. (RI)




