Kota Malang – Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Wamendag RI), Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A., M.Sc., mengajak peserta didik MAN 2 Kota Malang untuk membangun budaya saling menyayangi, membantu, dan mendukung satu sama lain. Pesan tersebut disampaikan beliau saat bertemu dengan peserta didik MAN 2 Kota Malang di Aula MAN 2 Kota Malang, Jumat (24/7).
Di hadapan peserta didik, Wamendag RI menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, aman, dan penuh kepedulian. Menurut beliau, suasana positif di lingkungan madrasah dapat memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi secara optimal.
“Kita harus saling membantu, saling menyayangi, dan saling mendukung. Tidak boleh ada perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan. Dengan lingkungan yang nyaman, situasi belajar akan menjadi aman dan mendukung kita untuk berprestasi,” pesan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Beliau mengingatkan bahwa setiap peserta didik memiliki keunikan, kemampuan, dan latar belakang yang berbeda. Perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi alasan untuk merendahkan atau menjauhkan satu sama lain, melainkan menjadi kesempatan untuk belajar menghargai dan membangun hubungan yang lebih baik.
Budaya anti-perundungan, menurut beliau, perlu dibangun bersama oleh seluruh warga madrasah. Tidak hanya peserta didik, tetapi juga guru dan seluruh tenaga kependidikan memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap individu.
Pesan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat budaya positif yang telah dibangun di MAN 2 Kota Malang. Dengan membiasakan sikap saling membantu, menyayangi, dan mendukung, peserta didik dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara sosial maupun emosional.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan bahwa madrasah terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. “Kami berkomitmen untuk terus membangun budaya madrasah yang ramah, aman, dan bebas dari perundungan. Setiap peserta didik harus merasa dihargai, diterima, dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang serta meraih prestasi,” tutur beliau.
Melalui budaya saling menyayangi dan anti-perundungan, MAN 2 Kota Malang terus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang positif. Rasa aman dan nyaman menjadi fondasi penting agar peserta didik dapat belajar tanpa rasa takut dan berani mengembangkan potensi. Dari lingkungan yang penuh kepedulian, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap sesama. (RI)



