Kota Malang – MAN 2 Kota Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya riset di kalangan siswa. Pada hari Minggu, 23 Agustus 2026, madrasah yang telah dikenal sebagai lumbung prestasi riset ini menggelar seleksi internal untuk menjaring kontingen Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 bidang Riset secara virtual melalui platform Zoom Meeting. Sebanyak 53 siswa yang tergabung dalam 23 tim berkompetisi ketat dari layar masing-masing, memperebutkan kesempatan emas mewakili madrasah di ajang riset nasional bergengsi tersebut.
Seleksi internal yang berlangsung daring ini dilatarbelakangi oleh sosialisasi kompetisi OMI Riset yang diadakan oleh Direktorat Jenderal KSKK Kementerian Agama RI pada tanggal 21 Agustus 2026. Berdasarkan petunjuk teknis, kontingen OMI Riset yang dipilih maksimal 5 tim per bidang dengan batas akhir unggah proposal pada tanggal 2 September 2026. Adapun tiga bidang yang dilombakan dalam OMI Riset tahun ini adalah Ekoteologi, Transformasi Digital dan Pembangunan Nasional, serta SDGs (Sustainable Development Goals). Meskipun dilaksanakan secara jarak jauh, antusiasme peserta tetap terpancar melalui layar monitor, dengan sesi presentasi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya seleksi internal berbasis teknologi ini. Menurutnya, kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari tradisi tahunan MAN 2 Kota Malang yang terus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya, bahkan di tengah tantangan teknis sekalipun. “Kegiatan positif ini harus terus dilanjutkan, baik secara tatap muka maupun daring. Harapannya, kalian dapat meneruskan jejak juara-juara sebelumnya. Ini baru langkah awal, tetapi semangat berkarya jangan pernah padam,” pesannya.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Alif Rifa’i, S.S., menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk melanjutkan prestasi akademik MAN 2 Kota Malang, terutama di bidang riset. “Kami telah mempersiapkan siswa sejak awal tahun ajaran melalui program riset intensif, dan hari ini kami buktikan melalui ruang Zoom bahwa semangat itu tidak pernah surut. Alhamdulillah, hasilnya sesuai harapan. Ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani memulai penelitian sejak dini,” ujarnya.
Koordinator Pengembangan Prestasi Bidang Akademik, Dra. Wulaida Zuhriyana, juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada para pembina dan siswa yang telah bekerja keras mempersiapkan diri di tengah kesibukan masing-masing. Ia menekankan bahwa pembinaan riset yang terstruktur, baik melalui pertemuan langsung maupun bimbingan jarak jauh, menjadi kunci keberhasilan madrasah dalam mencetak peneliti-peneliti muda berbakat.
Sementara itu, Koordinator Bidang Riset MAN 2 Kota Malang, M. Ronaldi Adji Saputra, M.Pd., mengingatkan pentingnya pengelolaan waktu bagi para peserta mengingat padatnya rangkaian kegiatan riset di MAN 2 Kota Malang. “Proses seleksi yang kalian lalui tidak ringan, terlebih lagi dengan durasi paparan di Zoom yang menuntut kesiapan teknis dan mental yang matang. Kini saatnya percaya diri dengan persiapan yang sudah maksimal,” ungkapnya.
Pelaksanaan seleksi melalui Zoom Meeting pada hari Minggu ini menjadi bukti nyata komitmen MAN 2 Kota Malang dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan dukungan penuh dari seluruh jajaran madrasah serta fleksibilitas pelaksanaan daring, para siswa diharapkan mampu menghadirkan karya-karya inovatif yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (MRAS)




