Kota Malang – MAN 2 Kota Malang menggelar Seminar Orientasi Studi ke Luar Negeri bagi murid kelas X-O, XI-P, dan XII-P, Selasa (22/9). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Auditorium Laboratorium Sains tersebut menjadi wadah untuk memperoleh wawasan mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Kegiatan diawali dengan lantunan qiroah yang dibawakan oleh Ammar El Nasrullah (XII-P). Lantunan ayat suci Al-Qur’an tersebut menjadi pembuka sebelum mengikuti rangkaian seminar. Selanjutnya, doa dipimpin oleh M. Irsyadul Ibad, Lc., MA.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana MAN 2 Kota Malang, Dr. Gunawan, MA., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa madrasah berupaya memberikan ruang seluas-luasnya kepada untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Dengan segala fasilitas yang ada, kami memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada kalian semua, peserta didik MAN 2 Kota Malang, sesuai dengan bidang studi yang kalian minati, untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakat selama belajar di MAN 2 Kota Malang,” jelasnya.
Menurutnya, kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan potensi sekaligus mempersiapkan rencana pendidikan setelah lulus.
“Semoga kegiatan ini berguna untuk mengembangkan potensi kalian dan membuka jalan yang luas bagi peserta didik yang ingin melanjutkan studi, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri,” tambahnya.
Seminar tersebut menghadirkan Ustadz Choirul Umam Mustain sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia mengenalkan program pendampingan studi luar negeri, khususnya bagi peserta didik yang memiliki ketertarikan untuk melanjutkan studi keilmuan agama di Turki maupun negara lainnya.
“Program ini secara khusus memberikan pendampingan bagi siswa yang ingin melanjutkan studi keilmuan agama di luar negeri, baik di Turki maupun negara lainnya. Kami dari Muntaza hadir dengan pengalaman dalam bidang tersebut untuk memberikan gambaran sekaligus pendampingan kepada siswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendampingan tidak berhenti pada tahap keberangkatan siswa ke luar negeri. Muntaza sebagai lembaga/asrama yang memiliki program bimbingan studi luar negeri berupaya memberikan pendampingan sejak persiapan hingga siswa menjalani pendidikan di negara tujuan.
“Harapannya, siswa tidak hanya memiliki keinginan untuk kuliah di luar negeri, tetapi juga mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan sejak awal, mulai dari pilihan program studi, kemampuan bahasa, persyaratan, hingga kesiapan ketika berada di negara tujuan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap peserta didik dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenali berbagai pilihan pendidikan yang tersedia dan mulai mempersiapkan diri sejak masih berada di bangku madrasah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa bahwa kesempatan melanjutkan studi ke luar negeri terbuka luas. Semoga siswa dapat menentukan tujuan pendidikan dengan matang sesuai minat dan potensinya. Yang terpenting, persiapan dilakukan sejak dini agar cita-cita melanjutkan studi ke luar negeri dapat diwujudkan dengan langkah yang terarah,” pungkasnya.
Melalui seminar tersebut, peserta didik diharapkan memperoleh informasi dan gambaran yang lebih luas mengenai pendidikan tinggi di luar negeri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya MAN 2 Kota Malang dalam mendukung perencanaan pendidikan peserta didik setelah menyelesaikan jenjang madrasah. Dengan wawasan dan pendampingan yang tepat, peserta didik diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi sesuai potensi, minat, dan cita-citanya. (RI)


