Kota Malang – MAN 2 Kota Malang menggelar pergelaran prestasi murid sebagai bentuk apresiasi atas capaian yang telah diraih dalam berbagai bidang. Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan upacara MAN 2 Kota Malang, Kamis (1/10). Pergelaran prestasi menjadi ruang bagi madrasah untuk memberikan penghargaan sekaligus memperkenalkan berbagai capaian murid kepada warga madrasah. Prestasi yang ditampilkan menjadi gambaran dari proses, kerja keras, serta semangat murid dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
1. GELAR PRESTASI AKADEMIK 2026
2. GELAR PRESTASI NON AKADEMIK 2026
Dr. H. Samsudin, M.Pd., Kepala MAN 2 Kota Malang, menyampaikan bahwa prestasi murid merupakan hasil dari proses panjang yang perlu diapresiasi dan terus dikembangkan.
“Setiap prestasi yang diraih anak-anak adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar. Karena itu, kami ingin memberikan apresiasi agar mereka semakin percaya diri dan termotivasi untuk meraih prestasi berikutnya,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan seorang murid tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari keberanian untuk mencoba, berproses, dan membawa nama baik madrasah melalui berbagai bidang yang diminati.
Sementara itu, Rintahani Johan Pradana, Koordinator Acara Pergelaran Prestasi Murid MAN 2 Kota Malang, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah untuk memberikan penghargaan kepada murid sekaligus menumbuhkan budaya berprestasi di lingkungan madrasah.
“Kami ingin setiap capaian anak-anak mendapatkan tempat dan penghargaan yang layak. Harapannya, prestasi yang ditampilkan hari ini dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman yang lain untuk berani mengembangkan potensi dan menciptakan prestasi baru,” ungkapnya.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi agenda yang terus dikembangkan sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai capaian murid. Madrasah juga berharap semakin banyak murid yang berani mengeksplorasi kemampuan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi yang telah diraih diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Dengan demikian, budaya berprestasi dapat tumbuh secara konsisten dan menjadi bagian dari karakter murid MAN 2 Kota Malang.
Pergelaran prestasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa setiap murid memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Apresiasi yang diberikan menjadi bentuk penghargaan atas proses dan perjuangan yang telah dilalui para murid. Semangat berprestasi diharapkan terus hidup melalui dukungan madrasah, guru, serta seluruh warga madrasah. Dari lapangan upacara, berbagai prestasi itu menjadi cerita tentang kerja keras yang layak dirayakan dan dilanjutkan. (RI)




