Merajut Sinergi Menuju Madrasah Unggul: Sambutan Hangat MAN 2 Kota Malang untuk Studi Tiru MAN 3 Tangerang
Kota Malang – Semangat kolaborasi untuk memajukan pendidikan madrasah tanah air kembali terasa di Bumi Arema. Pada Rabu (21/01/2026), MAN 2 Kota Malang menerima kunjungan hangat dari rombongan studi tiru MAN 3 Tangerang. Bertempat di Ruang Kepala Madrasah, pertemuan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi ajang berbagi inspirasi dan praktik baik antar-lembaga pendidikan.
Rombongan dari Banten ini dipimpin langsung oleh Ibu Siti Maemunah, Kepala MAN 3 Tangerang dan didampingi oleh Ketua Komite, Kepala Tata Usaha, para Wakil Kepala, hingga Ketua Penjaminan Mutu. Dalam sambutannya, Ibu Siti Maemunah yang akrab disapa neng Mumun mengungkapkan bahwa kedatangan mereka adalah bentuk ikhtiar untuk mencari solusi keunggulan.
“Di tengah kesibukan masing-masing, alhamdulillah kita bisa bertemu. Kami datang untuk menimba ilmu secara langsung. Selama ini profil MAN 2 Kota Malang hanya kami pelajari lewat web, dan kemarin kami sepakat untuk ‘ngebolang’ ke sini demi mengadopsi praktik baik yang ada,” ujar Ibu Siti Maemunah dengan nada antusias.
Ia juga berbagi kisah perjalanan MAN 3 Tangerang yang bermula dari Madrasah Mathla’ul Anwar hingga bertransformasi menjadi madrasah negeri. Sebagai salah satu calon madrasah unggulan di Banten dengan animo pendaftar yang tinggi—mencapai 600 orang—MAN 3 Tangerang merasa perlu menyerap strategi MAN 2 Kota Malang dalam mempertahankan kualitas dan predikat ZI-WBK (Zona Integritas – Wilayah Bebas dari Korupsi).
Kepala MAN 2 Kota Malang, Bapak Samsudin yang akrap dipanggil Pak Sam, menyambut niat baik tersebut dengan tangan terbuka. Dalam paparannya yang komprehensif, beliau menekankan bahwa keberhasilan MAN 2 Kota Malang tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang dan berkelanjutan.
“Jika ada tawaran menjadi madrasah unggulan, terima saja dulu. Namun ingat, kita tidak boleh hanya menunggu siswa datang. Harus ada langkah aktif seperti tracing bagi siswa berprestasi,” pesan pak Sam.
Salah satu sisi humanis yang menarik perhatian adalah cara MAN 2 mengapresiasi siswanya. Alih-alih memberikan hadiah berupa uang, madrasah lebih memilih memberikan penghargaan simbolis yang membekas di hati. “Kami tidak memberikan uang bagi siswa berprestasi, tapi kami buatkan flyer khusus dan sesi foto bersama Kepala Madrasah setiap semester. Ini bentuk kebanggaan yang lebih bernilai bagi mereka,” tambahnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dan “gayeng”. Bapak Arsyadi, Ketua Komite MAN 3 Tangerang, menggali lebih dalam mengenai teknis penggalangan dana komite, penggunaan, pelaporan, hingga program billingual dan standar TOEFL bagi siswa.
Tak ketinggalan, Bapak Iman Firdaus menanyakan tentang transparansi penyusunan RKAM yang melibatkan wali murid sebagai unsur utama. Pertanyaan kritis mengenai pendanaan acara yang bersifat mendadak pun dijawab dengan lugas, menunjukkan betapa dinamis dan fleksibelnya pengelolaan manajemen di MAN 2 Kota Malang asalkan tetap dalam koridor aturan yang berlaku.
Pertemuan ini ditutup dengan harapan bahwa semangat ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) yang dibawa oleh MAN 3 Tangerang dapat terimplementasi dengan baik, menyesuaikan dengan kearifan lokal di Banten, sebagaimana MAN 2 Kota Malang yang terus berinovasi dengan Roadmap Pelayanan Prima dan ZI-WBK menuju WBBM. (MU)




MAN 2 KOTA MALANG - JUARA PRIMA

