Ubah Sampah Jadi Berkah: Sinergi MAN 2 Kota Malang dan PP Al-Hayatul Islamiyah Wujudkan Madrasah Ramah Lingkungan
Kota Malang – Mengawali tahun 2026 dengan semangat keberlanjutan, MAN 2 Kota Malang resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pondok Pesantren (PP) Al-Hayatul Islamiyah dalam bidang pengelolaan sampah. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) ini berlangsung khidmat pada Jumat (02/01/2026) di ruang Kepala, menjadi bukti nyata bahwa urusan lingkungan dapat dikelola dengan semangat ukhuwah dan produktivitas.
Bukan sekadar urusan membuang sampah, kolaborasi ini membawa misi besar: mengubah permasalahan sampah menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan sarana pembelajaran bagi para siswa maupun santri, serta berperan aktif dalam mewujudkan program Ekoteologi.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa kerja sama ini merupakan manifestasi dari hubungan kekeluargaan yang erat antara madrasah dan pondok pesantren. Beliau melihat sampah bukan sebagai beban, melainkan potensi.
“Alhamdulillah, melalui MoU ini kita tidak hanya menyelesaikan masalah sampah secara teknis, tetapi juga mempererat Ukhuwah Islamiyah. Kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari iman, dan mengelolanya secara ramah lingkungan adalah tanggung jawab sosial kita bersama,” tutur Dr. Samsudin.
Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana (Sarpras), Dr. Gunawan, MA., menjelaskan bahwa kesepakatan ini mencakup alur kerja yang sistematis. MAN 2 Kota Malang berkomitmen untuk melakukan pengumpulan, pengantongan, hingga pengangkutan sampah dari lingkungan madrasah menuju tempat pengolahan di PP Al-Hayatul Islamiyah.
“Kami ingin memastikan setiap jengkal fasilitas di MAN 2 Kota Malang tetap bersih dan nyaman. Dengan dukungan armada dan petugas yang disiplin, proses pengangkutan sampah akan dilakukan secara rutin pada hari kerja. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh civitas akademika,” jelas Dr. Gunawan.
Pihak PP Al-Hayatul Islamiyah yang diwakili oleh Nur Rahmah, S.Ag., menyambut hangat kerja sama ini. Baginya, pengelolaan sampah ini merupakan jalan pembuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar pondok pesantren.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan MAN 2 Kota Malang. Di tempat pengolahan kami, sampah akan dipilah dan diolah kembali. Selain membantu lingkungan, kami juga merekrut dan membina karyawan dari warga sekitar. Ini adalah sarana pembelajaran nyata bagi santri kami tentang kewirausahaan sosial dan pelestarian alam,” ungkap Ibu Nur Rahmah.
Dalam perjanjian yang berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang ini, kedua belah pihak berbagi peran secara adil:
-
MAN 2 Kota Malang: Bertanggung jawab dalam pengumpulan, pengadaan kantong sampah, bahan bakar kendaraan, serta memberikan kontribusi biaya pengelolaan bulanan.
-
PP Al-Hayatul Islamiyah: Bertanggung jawab penuh dalam proses pemilahan, pengolahan sampah yang tidak bermanfaat, serta manajemen tenaga kerja pengelola.
Melalui penandatanganan MoU ini, ada beberapa harapan utama yang ingin dicapai:
-
Ekosistem Bersih: Terciptanya lingkungan madrasah dan pesantren yang asri dan bebas tumpukan sampah.
-
Laboratorium Alam: Menjadikan proses pengolahan sampah sebagai tempat belajar bagi siswa dan santri untuk mengenal konsep reduce, reuse, and recycle (3R).
-
Ekonomi Produktif: Mengubah sampah menjadi barang bernilai atau kegiatan yang mampu memberdayakan ekonomi warga sekitar.
-
Model Kolaborasi: Menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain bahwa sinergi antarlembaga Islam dapat menyelesaikan masalah sosial-lingkungan secara mandiri.
Acara ditutup dengan jabat tangan hangat dan komitmen bersama untuk menjaga bumi demi generasi mendatang. Dengan wajah baru pengelolaan sampah ini, MAN 2 Kota Malang kian mantap melangkah sebagai madrasah unggul yang berwawasan lingkungan. (MU)



