Kota Malang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang. Dua muridnya, Nadhira Maiza Fariozi (Kelas XI-E) dan Zahran Alawi (Kelas XI-N) pada 10 Februari 2026 menerima piagam penghargaan apresiasi langsung dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi aktif mereka sebagai pembicara talkshow dalam kegiatan side event Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) Tahun 2025.
Acara bergengsi yang berlangsung di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, pada Rabu, 29 Oktober 2025 itu, menghadirkan kedua siswa tersebut untuk berbicara dalam sesi bertajuk “From Madrasah to The World: Cross-disciplinary Innovation Achieving a Sustainable Future.”
Dalam paparannya, Nadhira Maiza Fariozi menyoroti keunggulan pendidikan madrasah yang holistik. Ia memaparkan tiga aspek krusial yang terintegrasi, yaitu: (1) Khazanah Keislaman sebagai fondasi nilai-nilai religius; (2) Kesadaran Ekologis (Ecotheology) yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan; dan (3) Transformasi Teknologi melalui penguasaan literasi digital dan teknologi. “Sinergi ketiganya menciptakan generasi yang siap berinovasi untuk keberlanjutan masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Zahran Alawi menekankan peran sentral madrasah dalam membentuk kepribadian yang utuh. “Madrasah tidak hanya mencetak insan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga yang berakhlak mulia. Kombinasi inilah yang melahirkan calon pemimpin masa depan yang mampu memikul tanggung jawab dengan integritas,” ujarnya.
Penampilan keduanya yang berbasis data, artikulatif, dan disampaikan dengan bahasa akademis yang runtut, berhasil memukau audiens. Presentasi tersebut ditutup dengan standing applause dari para delegasi internasional yang hadir, mengapresiasi kedalaman analisis dan kematangan berpikir kedua siswa madrasah tersebut.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., menyampaikan kebanggaan dan apresiasi yang tinggi. “Ini adalah bukti nyata bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan tampil percaya diri di forum internasional. Keberhasilan Nadhira dan Zahran menunjukkan bahwa pendidikan di MAN 2 Kota Malang berkomitmen untuk mengembangkan potensi akademik dan karakter siswa secara seimbang,” ujarnya.
Dukungan dari lingkungan sekolah juga menjadi kunci. Alif Rifa’i, S.S., Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, menambahkan, “Kami selalu mendorong siswa untuk berani mengeskplorasi ide dan mengasah kemampuan publikasi. Prestasi ini adalah buah dari ekosistem yang mendukung pengembangan bakat dan leadership siswa.”
Di balik kesuksesan ini, terdapat proses pembinaan yang intensif. M. Ronaldy Adi Saputra, M.Pd., Koordinator Riset MAN 2 Kota Malang, menjelaskan, “Kami mempersiapkan mereka dengan pendampingan tentang gagasan ilmiah dan penyusunan materi presentasi yang ketat. Tujuannya agar mereka siap secara konten maupun mental.”
Pembina Bahasa Inggris, Rania Nur Abdila, M.Pd., yang membantu penyempurnaan bahasa dalam presentasi, turut bersyukur. “Melihat mereka berbicara dengan lancar dan percaya diri di hadapan audiens global adalah momen yang sangat membahagiakan. Ini membuktikan bahwa kemampuan bahasa Inggris siswa madrasah sangat kompetitif.”
Apresiasi dari Dirjen Pendis Kemenag ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi MAN 2 Kota Malang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa madrasah di Indonesia untuk terus berani berkontribusi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di kancah yang lebih luas. (MRAJ)



