Kota Batu — Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan MAN 2 Kota Malang berlangsung di ruang meeting Direktur Pascasarjana, Jumat (10/4). Kegiatan ini dihadiri Direktur Pascasarjana, Agus Maimun, bersama seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi) Pascasarjana. Sementara dari MAN 2 Kota Malang hadir Kepala Madrasah Dr. H. Samsudin, M.Pd., didampingi Kepala Tata Usaha, Wakil Kepala Madrasah, serta Ketua Tim Jurnal Ilmiah Madrasah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan program penguatan literasi di lingkungan madrasah memerlukan dukungan formal dan sistemik. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan penyusunan MoA antara MAN 2 Kota Malang dengan Pascasarjana UIN Maliki Malang sebagai langkah strategis.
“MoA ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memuat poin-poin strategis, khususnya dalam pengembangan bahan bacaan digital bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberadaan MoA akan menjadi payung hukum yang jelas bagi setiap kegiatan penguatan literasi, sehingga program dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak bersifat insidental. Selain itu, kesiapan administrasi dan teknis dalam rangka pencapaian predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) juga menjadi perhatian utama, salah satunya melalui penyusunan eviden penulisan jurnal ilmiah.
“Semua persiapan ini harus dimatangkan jauh hari sebelum proses penilaian oleh tim evaluator, agar MAN 2 Kota Malang benar-benar siap meraih predikat WBBM,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., menekankan pentingnya membangun dan memperkuat rasa kekeluargaan antar warga madrasah. Menurutnya, suasana kekeluargaan menjadi fondasi utama dalam menciptakan budaya kerja yang positif dan harmonis.
“Dengan kekeluargaan yang kuat, setiap program akan terasa lebih ringan karena dikerjakan dengan rasa memiliki dan saling mendukung,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan optimisme bahwa dengan kekompakan seluruh elemen madrasah, predikat WBBM tidak hanya dapat diraih, tetapi juga dipertahankan dalam jangka panjang. Menurutnya, upaya penguatan literasi dan persiapan WBBM yang dilakukan merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi lembaga pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Lebih jauh, Prof. Agus Maimun berharap kolaborasi antara Pascasarjana UIN Maliki Malang dan MAN 2 Kota Malang dapat menjadi model bagi lembaga-lembaga lain di bawah naungan Kementerian Agama. Ia juga menambahkan bahwa proses pengelolaan dan penerbitan jurnal ilmiah dapat langsung dikoordinasikan dengan Prof. Muassomah dari Pascasarjana UIN.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan penguatan literasi di MAN 2 Kota Malang semakin terarah, sistematis, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat langkah madrasah menuju predikat WBBM. (SW)



