Kota Bandung – Pengesahan Pedoman Manajemen Tahun Pelajaran 2026/2027 MAN 2 Kota Malang menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen menuju tata kelola madrasah yang profesional, inovatif, dan berintegritas. Kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian Rapat Kerja (Raker) bertema “Transformasi Tata Kelola Madrasah: Berintegritas, Inovatif Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)” pada Minggu (21/6) tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kementerian Agama Kota Malang, Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd.
Kegiatan yang dipandu oleh Emma Fitria Agustiana, M.Pd. ini dihadiri oleh Kasi Pendidikan Pondok Pesantren (Pontren) Kementerian Agama Kota Malang, jajaran Komite MAN 2 Kota Malang, serta seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Malang yang terdiri atas pimpinan madrasah, guru, tenaga kependidikan, tim pendamping, PSBB, takmir masjid, hingga para pembina ekstrakurikuler.
Pengesahan Pedoman Manajemen merupakan agenda tahunan yang menjadi dasar pelaksanaan program kerja sekaligus pedoman penyelenggaraan tata kelola madrasah selama satu tahun pelajaran. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat budaya kerja, serta mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan melayani.
Dalam sambutannya, Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd. menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepada seluruh peserta untuk hadir dan mengikuti kegiatan tersebut. Beliau menilai kebersamaan yang terbangun dalam keluarga besar MAN 2 Kota Malang menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan dan mencapai target-target besar madrasah di masa mendatang.
“Kita patut bersyukur karena mendapatkan karunia, nikmat, dan kebahagiaan sehingga dapat hadir bersama dalam forum yang sangat penting ini. Saya melihat semangat dan rona wajah seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Kota Malang begitu luar biasa. Semangat inilah yang akan terus melahirkan generasi-generasi terbaik yang kelak menjadi pemimpin bangsa dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Beliau juga memberikan apresiasi atas berbagai capaian prestasi yang berhasil diraih MAN 2 Kota Malang, khususnya dalam bidang olimpiade dan pengembangan mutu pendidikan. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur madrasah, termasuk dukungan komite yang berjalan secara profesional dan terstruktur.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Malang. Prestasi-prestasi yang diraih selama ini telah menjadi kebanggaan Kota Malang. Banyak pihak memberikan perhatian karena capaian olimpiade yang terus dibawa pulang oleh MAN 2 Kota Malang. Di balik keberhasilan itu terdapat perencanaan yang matang, dukungan komite yang kuat, tata kelola yang baik, serta dokumen manajemen yang disusun dan dijalankan secara serius,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pengesahan pedoman manajemen bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari pelaksanaan berbagai program yang telah dirancang bersama. Seluruh warga madrasah memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan setiap program dalam dokumen tersebut ke dalam aksi nyata yang berdampak bagi peningkatan kualitas layanan.
“Tantangan berikutnya adalah melaksanakan pedoman yang telah disahkan ini dengan sungguh-sungguh. Target kita bukan hanya memiliki dokumen yang baik, tetapi mampu menghadirkan perubahan nyata melalui kinerja dan pelayanan yang berkualitas. Saya berharap gerak langkah seluruh guru dan tenaga kependidikan mampu menerjemahkan setiap program menjadi aksi nyata sehingga target WBBM tahun 2026 dapat tercapai. Mudah-mudahan MAN 2 Kota Malang menjadi satuan kerja pertama di lingkungan Kementerian Agama Kota Malang yang berhasil meraih predikat WBBM dan menjadi pelopor bagi satuan kerja lainnya,” tambahnya.
Prosesi pengesahan Pedoman Manajemen Tahun Pelajaran 2026/2027 ditandai dengan penandatanganan dokumen oleh Kepala MAN 2 Kota Malang. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk melaksanakan seluruh program dan kebijakan berdasarkan pedoman yang telah disepakati. Momen ini sekaligus menegaskan kesiapan MAN 2 Kota Malang dalam memperkuat tata kelola menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.
Melalui pedoman yang telah disahkan, MAN 2 Kota Malang diharapkan mampu semakin memperkuat budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan. Setiap program yang telah dirancang diharapkan dapat diwujudkan secara konsisten dan berkelanjutan oleh seluruh warga madrasah. Semangat kebersamaan yang selama ini terbangun menjadi modal utama dalam mencapai berbagai target pengembangan madrasah. Harapan besar pun tertuju pada terwujudnya predikat WBBM sebagai bentuk pengakuan atas kualitas tata kelola dan pelayanan yang terus ditingkatkan.
Dengan berbagai capaian yang telah diraih, MAN 2 Kota Malang memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang dan berinovasi. Dukungan seluruh pemangku kepentingan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan visi madrasah yang unggul dan berdaya saing. Bersama seluruh keluarga besar madrasah, langkah menuju WBBM diharapkan dapat terwujud dan menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya. (RI)

