Kota Bandung – Dalam upaya memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), MAN 2 Kota Malang melakukan kunjungan ke Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, pada Selasa (22/6). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Auditorium Lantai 6 FPIPS UPI pukul 09.15–11.30 WIB tersebut diikuti oleh 90 peserta yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Kota Malang.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen MAN 2 Kota Malang untuk terus belajar dan mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam penguatan tata kelola kelembagaan, khususnya dalam pembangunan Zona Integritas menuju predikat WBBM. Selain menjadi sarana berbagi pengalaman, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kolaborasi antara lembaga pendidikan menengah dan perguruan tinggi.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar FPIPS UPI. Beliau menuturkan bahwa perjalanan MAN 2 Kota Malang dalam membangun Zona Integritas merupakan proses panjang yang membutuhkan komitmen dan pembelajaran berkelanjutan.
“Proses yang kami lalui dalam pembangunan Zona Integritas memiliki tantangan dan pengalaman yang luar biasa. Saat ini MAN 2 Kota Malang sedang berikhtiar menuju predikat WBBM, sehingga kami merasa perlu banyak belajar dari berbagai institusi yang telah menunjukkan praktik-praktik terbaik. FPIPS UPI menjadi salah satu tempat yang sangat tepat untuk memperkaya wawasan kami dalam membangun budaya kerja yang profesional dan melayani. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan inspirasi dan energi baru bagi seluruh tim dalam melanjutkan pembangunan Zona Integritas di madrasah,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) UPI, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.Si., M.H., CPM, menyambut baik kunjungan rombongan MAN 2 Kota Malang. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan untuk saling belajar dalam mengembangkan kualitas layanan dan tata kelola institusi.
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan dari MAN 2 Kota Malang. Di UPI, khususnya FPIPS, kami terus melakukan transformasi dan inovasi agar mampu menjawab tantangan zaman. Meskipun kami memiliki banyak program studi dan melayani puluhan ribu mahasiswa, kami tetap merasa harus terus belajar dan berbenah. Salah satu tantangan terbesar bukan hanya meraih prestasi atau pengakuan, tetapi bagaimana mempertahankan budaya kerja yang baik dan kualitas layanan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Beliau juga memaparkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan FPIPS UPI, termasuk program lingkungan ramah dan minim plastik yang mendapat perhatian berbagai pihak dan budaya kerja yang baik harus dibangun secara konsisten agar dapat menjadi identitas institusi.
“Predikat WBK maupun WBBM bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses membangun budaya organisasi yang berintegritas. Yang paling berat adalah mempertahankan komitmen tersebut agar terus hidup dalam keseharian. Saat ini kami juga sedang berproses menuju WBBM dan berharap pengalaman yang kami miliki dapat memberikan manfaat bagi MAN 2 Kota Malang. Semoga kunjungan ini membawa keberkahan dan menjadi awal kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara MAN 2 Kota Malang dan FPIPS UPI. Penandatanganan dilakukan oleh pihak pertama, Dr. H. Samsudin, M.Pd. dan H. Sugeng Winarto, M.Pd.I., serta pihak kedua, Dekan FPIPS UPI Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.Si., M.H., CPM. Kegiatan tersebut disaksikan oleh Dr. Bagja Waluya, M.Pd. dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kolaborasi kedua institusi.
Melalui kunjungan ini, MAN 2 Kota Malang berharap dapat memperoleh wawasan baru mengenai strategi penguatan Zona Integritas, peningkatan kualitas layanan publik, serta pengembangan budaya kerja yang berorientasi pada integritas dan inovasi. Hasil pembelajaran yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam berbagai program madrasah untuk mendukung percepatan pembangunan WBBM. Selain itu, kerja sama yang terjalin diharapkan membuka peluang pengembangan akademik dan kelembagaan yang lebih luas bagi kedua belah pihak. Dengan semangat kolaborasi dan saling belajar, kedua institusi optimistis mampu menghadirkan perubahan yang positif dan berkelanjutan.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pembangunan Zona Integritas membutuhkan keterbukaan untuk belajar dari praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan oleh institusi lain. MAN 2 Kota Malang terus berkomitmen memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat. Melalui langkah-langkah kolaboratif seperti ini, cita-cita mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani diharapkan dapat tercapai secara optimal. (RI)

