Kota Bandung – Komitmen MAN 2 Kota Malang dalam membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) terus diperkuat melalui kegiatan berkunjung ke Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Auditorium Lantai 6 FPIPS UPI pada pukul 09.15–11.00 WIB tersebut diikuti oleh 90 peserta yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Kota Malang.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya MAN 2 Kota Malang untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pembangunan Zona Integritas, khususnya dari institusi yang telah berhasil mengembangkan berbagai inovasi layanan publik dan tata kelola organisasi yang akuntabel.
Dalam sesi berbagi praktik baik, Prof. Dr. Wawan Darmawan, M.Hum., Wakil Dekan II Bidang Sumber Daya dan Umum FPIPS UPI sekaligus Ketua Zona Integritas WBK/WBBM UPI, menjelaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan sebuah proses perubahan budaya kerja yang berkelanjutan.
Menurutnya, sebagai fakultas pelopor di lingkungan UPI, FPIPS dituntut untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, seluruh program pembangunan Zona Integritas diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
“Mengapa kita harus melaksanakan Zona Integritas? Karena ini bukan hanya tentang administrasi, tetapi tentang bagaimana membangun sistem pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebagai fakultas pelopor, kami dituntut menghadirkan layanan terbaik melalui berbagai inovasi dan penguatan tata kelola. Dukungan seluruh sivitas akademika menjadi faktor penting agar pembangunan Zona Integritas berjalan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas harus selaras dengan visi dan misi institusi. Setiap program, kebijakan, maupun inovasi yang dikembangkan harus mampu mendukung pencapaian tujuan organisasi sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki secara optimal.
Dalam paparannya juga menjelaskan bahwa penilaian Zona Integritas terdiri atas dua aspek utama, yaitu komponen pengungkit sebesar 60 persen dan komponen hasil sebesar 40 persen. Kedua komponen tersebut menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan reformasi birokrasi dan kualitas pelayanan publik.
FPIPS UPI sendiri telah mengembangkan berbagai standar pelayanan yang terdokumentasi secara sistematis. Tercatat terdapat 75 standar operasional prosedur (SOP) layanan publik yang menjadi pedoman dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat umum.
Selain itu, FPIPS UPI juga mengembangkan berbagai inovasi berbasis digital melalui sistem layanan terintegrasi yang mendukung enam area perubahan dalam pembangunan Zona Integritas. Berbagai inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga.
“Untuk menuju WBBM, inovasi harus terus dikembangkan dan disempurnakan. Predikat WBK bukan akhir perjalanan, melainkan fondasi untuk melangkah lebih jauh menuju WBBM. Yang terpenting adalah bagaimana inovasi tersebut benar-benar memberikan kemudahan layanan dan dirasakan manfaatnya oleh pengguna layanan,” ungkapnya.
Bagi peserta dari MAN 2 Kota Malang, sesi ini menjadi kesempatan berharga untuk memperoleh wawasan langsung mengenai strategi pembangunan Zona Integritas dari perguruan tinggi yang tengah berproses menuju predikat WBBM. Berbagai pengalaman yang dibagikan diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat tata kelola dan pelayanan publik di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan benchmarking ini, MAN 2 Kota Malang berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik yang relevan untuk mendukung percepatan pembangunan Zona Integritas. Penguatan sistem layanan, pengembangan inovasi, serta peningkatan budaya kerja yang berintegritas menjadi fokus utama yang akan terus dikembangkan di lingkungan madrasah.
Kunjungan ke FPIPS UPI Bandung menjadi bukti bahwa pembangunan Zona Integritas membutuhkan semangat belajar, kolaborasi, dan komitmen bersama. Dengan terus membuka diri terhadap berbagai praktik terbaik, MAN 2 Kota Malang optimistis mampu memperkuat langkah menuju terwujudnya Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.

