Kota Malang – Dalam rangka memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama se-Malang Raya pada Selasa (30/6). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Utama MTsN 1 Kota Malang mulai pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang beserta jajaran, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu beserta jajaran, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang beserta jajaran, para kepala madrasah di lingkungan satuan kerja Kementerian Agama, serta ASN Kementerian Agama dari berbagai unit kerja di wilayah Malang Raya.
Dari MAN 2 Kota Malang, kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 90 ASN sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap pembangunan budaya kerja yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Pembinaan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman ASN mengenai pentingnya pembangunan Zona Integritas, sekaligus menyamakan persepsi seluruh satuan kerja dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat pelayanan, inovasi, dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I., dalam arahannya menegaskan pentingnya pembangunan Zona Integritas sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual seorang ASN.
“Hingga saat ini kiblat pembangunan Zona Integritas masih berada di Kota Malang, terutama MAN 2 Kota Malang dan saya berharap seluruh satker dapat mengikuti semangat tersebut. Membangun Zona Integritas merupakan fardhu ain bagi setiap ASN karena menjadi ikhtiar untuk menghadirkan pelayanan yang bersih dan menghindarkan diri dari kecurangan. Mari kita bangun budaya integritas, inovasi layanan, dan rasa cinta terhadap lembaga karena seluruh amanah yang kita jalankan akan dimintai pertanggungjawaban,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan komitmen Zona Integritas menuju WBBM oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia bersama Kepala Kementerian Agama Kota Malang sebagai simbol penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.
Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., yang hadir memberikan pencerahan kepada seluruh peserta, menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada pengabdian dan pelayanan.
“Kita harus terus berupaya mewujudkan WBK dan WBBM pada seluruh satuan kerja Kementerian Agama. Seluruh ASN harus bergerak dalam satu arah, yaitu membangun Zona Integritas dan memperkuat tata kelola yang baik. Bekerjalah karena Allah, sebab bekerja merupakan bagian dari ibadah yang hasilnya akan dinilai oleh Allah SWT, Rasulullah SAW, dan orang-orang beriman,” jelasnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya sekadar upaya meraih predikat, melainkan bagian dari ikhtiar membangun tata kelola pemerintahan yang baik dan berkelanjutan. Dengan semangat integritas, setiap ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Kementerian Agama.
Melalui kegiatan pembinaan ini, seluruh ASN Kementerian Agama diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam membangun budaya integritas di lingkungan kerja masing-masing. Semangat bersama menuju WBK dan WBBM diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi layanan yang semakin berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, pembangunan Zona Integritas diharapkan menjadi benteng dalam mencegah berbagai bentuk penyimpangan serta praktik yang merugikan institusi maupun masyarakat. Pada akhirnya, terciptanya birokrasi yang bersih, profesional, dan melayani akan menjadi kontribusi nyata Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada umat dan bangsa. (RI)




