Kota Malang – Program PAMAN BANTU yang diinisiasi Ikatan Alumni (IKA) MAN BANTU kembali diwujudkan melalui Doa Bersama Haul Muassis MAN 2 Kota Malang dan Peringatan 40 Hari Wafatnya Almarhum Bapak Merdy Yurianto, Selasa (7/7/2026) malam secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan yang diikuti Kepala MAN 2 Kota Malang, guru, tenaga kependidikan, alumni lintas angkatan, dan keluarga besar madrasah ini menjadi momentum mengenang jasa para muassis, guru, dan tenaga kependidikan MAN 2 Kota Malang sekaligus meneguhkan nilai bakti murid kepada guru sebagai ruh Program Pengabdian Alumni MAN 2 Kota Malang Jalan Bandung Tujuh (PAMAN BANTU).
Acara dipandu oleh Hj. Efi Arifah, S.Th.I., S.Pd., dengan dukungan Firdaus Imaduddin, S.S., M.S. sebagai operator Zoom. Rangkaian diawali tawasul yang dipimpin Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., dengan membacakan nama 35 muassis, guru, dan tenaga kependidikan yang telah berpulang. Peserta kemudian menghadiahkan Surah Al-Fatihah sebagai bentuk doa dan penghormatan.
Suasana khusyuk berlanjut dengan pembacaan Surah Yasin oleh Qari Internasional Ning Ilya Fairuz, S.Pd., M.Ag., tahlil oleh Ust. H.M. Arif, dan doa oleh Ust. dr. H. Nurkholis.
Ketua IKA MAN BANTU, H. Yahya Sugeng Winarto, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa menghormati guru adalah ajaran Islam dan budaya luhur yang harus dijaga alumni. Ia mengutip QS. Al-Mujādilah ayat 11 serta pesan Ta’līm al-Muta’allim bahwa keberkahan ilmu diperoleh dengan memuliakan guru.
“Guru boleh berpulang, tetapi adab murid tidak pernah berakhir. Selama doa terus dipanjatkan dan perjuangan mereka kita lanjutkan, hubungan murid dan guru akan tetap hidup. Inilah semangat PAMAN BANTU,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para alumni yang telah berdonasi untuk merawat maqbarah guru, membantu keluarga guru yang berduka, dan mendukung kegiatan sosial.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyebut doa bersama ini sebagai tradisi luhur untuk menghormati para pendiri dan pendidik madrasah.
“Para muassis, guru, dan tenaga kependidikan adalah fondasi berdirinya MAN 2 Kota Malang. Sudah menjadi kewajiban kita untuk mengenang jasa mereka melalui doa dan melanjutkan perjuangan mereka dengan pelayanan pendidikan terbaik,” tuturnya.
Kesan juga disampaikan Ach. Bariq Marzuqi, sahabat almarhum Bapak Merdy Yurianto, yang mengenang almarhum sebagai pribadi yang mempunyai komitmen, tulus dan rendah hati serta pandai semua olahraga. Sementara H. Agus Muslim, M.Pd. menyebut almarhum sebagai sosok disiplin, istiqamah, dan selalu mengutamakan kepentingan madrasah.
Sebagai penutup, kembali dibacakan nama 35 muassis, guru, dan tenaga kependidikan yang telah mendahului. Melalui Program PAMAN BANTU, IKA MAN BANTU dan MAN 2 Kota Malang berkomitmen terus menumbuhkan budaya menghormati guru, mempererat silaturahmi alumni, dan menghadirkan kepedulian nyata bagi guru serta keluarganya. (SW)




