Kota Malang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik MAN 2 Kota Malang. Ahmad Kautsar Al Ramadhani, siswa kelas XI G, resmi menjadi salah satu dari empat delegasi terbaik Indonesia yang berlaga pada International Chemistry Olympiad (IChO) ke-58 Tahun 2026 di Tashkent, Uzbekistan. Ajang olimpiade kimia paling bergengsi di dunia tersebut berlangsung pada 10–19 Juli 2026 dan diikuti oleh talenta muda terbaik dari lebih dari 90 negara.
Keikutsertaan Ahmad Kautsar menjadi bukti konsistensi MAN 2 Kota Malang dalam mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional. Setelah sebelumnya berhasil menorehkan prestasi gemilang pada Olimpiade Sains Nasional (OSN), kini madrasah kembali mengirimkan wakil terbaiknya untuk membawa nama Indonesia di panggung sains dunia.
Selama mengikuti IChO 2026, Ahmad Kautsar menghadapi dua tahapan ujian utama yang menjadi penentu hasil kompetisi, yakni ujian praktikum dan ujian teori yang masing-masing berlangsung selama lima jam.
Ujian praktikum dilaksanakan pada Senin (13/7). Pada sesi ini, seluruh peserta diuji kemampuan melakukan eksperimen secara langsung di laboratorium, mulai dari keterampilan menggunakan peralatan, ketelitian dalam pengukuran, analisis perubahan reaksi kimia secara real-time, hingga penerapan prosedur keselamatan kerja. Kemampuan berpikir sistematis dan ketepatan dalam mengambil keputusan menjadi faktor penting untuk memperoleh hasil terbaik.
Selanjutnya, Rabu (15/7) menjadi momentum pelaksanaan ujian teori. Dalam ujian tertulis tersebut, peserta ditantang menyelesaikan berbagai persoalan kimia tingkat lanjut yang meliputi kimia organik, kimia anorganik, kimia fisik, kimia analitik, hingga biokimia modern. Kompleksitas soal menuntut penguasaan konsep yang kuat, kemampuan analisis mendalam, serta ketelitian dalam menyelesaikan setiap permasalahan ilmiah.
Perjalanan Ahmad Kautsar menuju panggung dunia tidak diraih secara instan. Ia berhasil melewati proses seleksi nasional yang sangat ketat hingga mengikuti Program Pelatihan Nasional (Pelatnas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Selama berada di Uzbekistan, tim Indonesia mendapat pendampingan langsung dari para pembina olimpiade kimia yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) guna memaksimalkan kesiapan menghadapi seluruh rangkaian kompetisi.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian salah satu peserta didiknya yang berhasil mengharumkan nama madrasah hingga tingkat internasional.
“Keikutsertaan Ahmad Kautsar pada International Chemistry Olympiad merupakan kebanggaan bagi keluarga besar MAN 2 Kota Malang sekaligus bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi berprestasi yang siap bersaing di tingkat global. Kami berharap Ahmad dapat memberikan penampilan terbaik, menjaga semangat juang, serta mengharumkan nama Indonesia dan madrasah di ajang internasional ini. Apa pun hasilnya nanti, perjuangannya telah menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berprestasi dan tidak pernah berhenti bermimpi,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua INSANPRO MAN 2 Kota Malang, Dra. H. Wulaida Zuhriyana, mengungkapkan bahwa keberhasilan Ahmad Kautsar merupakan buah dari pembinaan yang berkesinambungan serta budaya akademik yang terus dikembangkan di madrasah.
“Ahmad Kautsar adalah sosok siswa yang memiliki semangat belajar tinggi, disiplin, dan pantang menyerah. Prestasi ini tidak hanya membanggakan keluarga dan madrasah, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembinaan riset dan olimpiade di MAN 2 Kota Malang berjalan secara konsisten. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar Ahmad diberikan kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik sehingga mampu mempersembahkan prestasi untuk bangsa di ajang International Chemistry Olympiad 2026,” ungkapnya.
Seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Malang terus memberikan doa dan dukungan penuh kepada Ahmad Kautsar beserta seluruh delegasi Indonesia. Sesuai jadwal penyelenggaraan, hasil kompetisi akan diumumkan pada Closing and Awarding Ceremony yang digelar pada Sabtu (18/7) sebelum seluruh peserta kembali ke Tanah Air pada hari berikutnya.
Keikutsertaan Ahmad Kautsar di IChO 2026 semakin memperkuat reputasi MAN 2 Kota Malang sebagai madrasah unggulan yang konsisten melahirkan generasi berprestasi di bidang sains. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat riset, pembinaan akademik yang berkelanjutan, serta kolaborasi antara madrasah, pembina, dan orang tua mampu mengantarkan peserta didik menembus kompetisi internasional. Besar harapan, perjuangan Ahmad Kautsar di Uzbekistan akan berbuah prestasi terbaik sekaligus menginspirasi generasi muda Indonesia untuk terus berani bermimpi, berinovasi, dan mengukir prestasi di kancah dunia.



