Kota Malang – MAN 2 Kota Malang resmi menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone, Sulawesi Selatan, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Percepatan Transformasi Digital, Jumat (28/8). Penandatanganan yang berlangsung pukul 14.37 WIB di Ruang Kepala MAN 2 Kota Malang tersebut menjadi langkah awal penguatan ekosistem digital pendidikan melalui pendampingan, transfer pengetahuan, serta konsultasi teknis.
Kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., sebagai pihak kesatu dan Pelaksana Harian Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone, H. Nasaruddin Mansyur, S.Pd., M.Pd., sebagai pihak kedua. Melalui kesepakatan ini, Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone akan memperoleh pendampingan dalam pengembangan ekosistem digital pendidikan dengan menjadikan sistem Super Apps Edupanda MAN 2 Kota Malang sebagai salah satu referensi dan bahan benchmarking.
H. Nasaruddin Mansyur, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi kesempatan berharga bagi Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone untuk belajar dan mengembangkan sistem digital yang sesuai dengan kebutuhan lembaga. Ia berharap pengalaman serta inovasi yang telah dikembangkan MAN 2 Kota Malang dapat menjadi inspirasi dan referensi dalam membangun transformasi digital di lingkungan pesantren.
“Kami melihat MAN 2 Kota Malang memiliki berbagai inovasi digital yang luar biasa. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memperoleh pendampingan dan transfer pengetahuan, khususnya dalam pengembangan aplikasi, perencanaan infrastruktur, hingga penguatan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Samsudin, M.Pd., Kepala MAN 2 Kota Malang, menyambut baik terjalinnya Nota Kesepahaman tersebut. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas layanan pendidikan.
“MAN 2 Kota Malang terbuka untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Apa yang telah kami kembangkan melalui Super Apps Edupanda diharapkan dapat menjadi referensi, bukan untuk ditiru secara utuh, tetapi menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk membangun sistem digital yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing,” tuturnya.
Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berharap percepatan digitalisasi pendidikan dapat terus berkembang melalui pendampingan teknis, konsultasi perencanaan infrastruktur, penguatan keamanan data, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu melahirkan sistem dan inovasi digital mandiri yang mendukung pengelolaan pendidikan secara lebih efektif dan efisien.
Dengan terjalinnya kolaborasi tersebut, MAN 2 Kota Malang kembali memperluas kontribusinya dalam berbagi inovasi dan praktik baik kepada lembaga pendidikan lainnya. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan. (RI)



