Riset Bukan Sekedar Kompetisi, MA Alif Laam Miim Surabaya Bangun Budaya Inovasi ke MAN 2 Kota Malang

Waktu Publikasi :

Kota Malang – MAN 2 Kota Malang berbagi praktik baik dalam menyemai prestasi melalui manajemen inovasi, khususnya dalam membangun ekosistem riset di madrasah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (8/9) pukul 09.00 WIB di Ruang Multimedia Lantai 3 MAN 2 Kota Malang. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi MA Alif Laam Miim Surabaya untuk mempelajari pengelolaan riset serta strategi mendorong peserta didik agar aktif dan berprestasi di bidang penelitian.

Waka Humas MA Alif Laam Miim Surabaya, Muhammad Moshthofaa, M.H., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting bagi lembaganya untuk memperoleh referensi dalam mengembangkan sistem pendidikan, khususnya bidang riset.

“Sebagai lembaga yang masih relatif baru dan berdiri sejak tahun 2021, kami sangat mengharapkan referensi dan panduan untuk menentukan langkah ke depan. Kami memilih MAN 2 Kota Malang karena melihat MAN 2 sebagai salah satu madrasah terbaik di Jawa Timur, bahkan kami memandangnya sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Karena itu, kami ingin belajar secara langsung bagaimana ekosistem riset dibangun dan dikembangkan di sini,” ungkapnya.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari semangat berbagi praktik baik antarlembaga pendidikan. Menurutnya, pengalaman dan sistem yang telah dikembangkan di MAN 2 Kota Malang dapat menjadi referensi bagi madrasah lain dalam membangun budaya riset.

“Prestasi tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi tumbuh dari ekosistem yang dibangun secara konsisten. Riset harus menjadi bagian dari budaya madrasah agar peserta didik terbiasa berpikir kritis, menemukan persoalan, dan mencari solusi berdasarkan proses ilmiah. Kami tentu terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik yang selama ini kami kembangkan,” tuturnya.

Koordinator Riset MAN 2 Kota Malang, Mohammad Ronaldy Adji Saputra, M.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan riset di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dalam kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan riset diarahkan untuk membangun rasa ingin tahu, keberanian mencoba, serta kemampuan peserta didik dalam menemukan dan menyelesaikan persoalan.

“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak memiliki motivasi untuk mulai melakukan riset dan merasa bahwa penelitian itu dekat dengan kehidupan mereka. Ketika rasa ingin tahu sudah tumbuh, kami mendorong mereka untuk mengembangkan ide menjadi sebuah penelitian yang terarah. Dari proses itulah diharapkan lahir peserta didik yang tidak hanya mampu berkompetisi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan menghasilkan inovasi,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai pengelolaan ekosistem riset di MAN 2 Kota Malang, mulai dari pembinaan peserta didik, pendampingan penelitian, pengembangan ide, hingga strategi mendorong siswa untuk mengikuti berbagai ajang kompetisi penelitian. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi MA Alif Laam Miim Surabaya dalam merancang dan mengembangkan budaya riset di lingkungan madrasah.

Kegiatan berbagi praktik baik ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan prestasi membutuhkan kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarlembaga. MAN 2 Kota Malang terus berupaya membuka ruang berbagi agar praktik-praktik positif yang telah dikembangkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan. Melalui budaya riset yang kuat, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang kritis, kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Ke depan, kegiatan berbagi praktik baik semacam ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara MAN 2 Kota Malang dan MA Alif Laam Miim Surabaya. Pengalaman yang diperoleh dapat menjadi pijakan bagi MA Alif Laam Miim Surabaya untuk membangun ekosistem riset yang semakin terarah dan berkelanjutan. Semangat berbagi ini juga diharapkan mampu melahirkan lebih banyak peserta didik yang tertarik pada riset dan mampu menorehkan prestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Melalui kegiatan ini, MAN 2 Kota Malang kembali menegaskan komitmennya untuk terus berbagi praktik baik dalam pengembangan inovasi dan prestasi madrasah. Riset diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan kompetisi, tetapi tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam proses pendidikan. Dari madrasah yang gemar meneliti, diharapkan lahir generasi pembelajar yang mampu menghadirkan gagasan dan solusi bagi masa depan. (RI/FWI)

Menu

Aplikasi Madrasah

INFO SNMB

Brosur PMB 2026

INFO PMB