Kota Malang – Riset menjadi pintu masuk bagi dua madrasah untuk memperluas ruang kolaborasi. MAN 2 Kota Malang menerima kunjungan MAN 1 Pekanbaru dalam rangka penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Pengembangan Program Riset, Rabu (16/9).
Rombongan MAN 1 Pekanbaru yang berjumlah sembilan orang hadir di Ruang Kepala Madrasah MAN 2 Kota Malang pukul 13.00–15.00 WIB. Kegiatan tersebut dipandu oleh MC Ustadz Faizul Ismani, M.Pd., dengan agenda utama pembahasan pengembangan riset sekaligus penandatanganan MoU.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menuturkan bahwa kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring madrasah dalam pengembangan budaya riset. Menurutnya, kolaborasi antarmadrasah dapat membuka ruang bagi peserta didik dan pendidik untuk saling berbagi pengalaman, metode, serta praktik baik dalam pelaksanaan riset.
“Kerja sama ini kami harapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program riset yang konkret dan berkelanjutan. Dengan saling berbagi pengalaman, kita bisa bersama-sama memperkuat budaya riset di madrasah,” tuturnya.
Kepala MAN 1 Pekanbaru, Hj. Norerlinda, M.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya melihat MAN 2 Kota Malang sebagai salah satu mitra strategis dalam mengembangkan program riset. Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan ruang pembelajaran baru bagi madrasah dan peserta didik.
“Kami ingin terus mengembangkan kemampuan riset melalui kolaborasi. Semoga kerja sama ini menjadi awal dari berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi kedua madrasah,” jelasnya.
Kerja sama tersebut menjadi langkah untuk mempertemukan pengalaman dan potensi kedua madrasah dalam bidang penelitian. Melalui MoU, kedua pihak memiliki ruang untuk mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan riset, pertukaran pengalaman, serta penguatan kompetensi peserta didik.
Ke depan, kolaborasi diharapkan mampu melahirkan program riset yang lebih terarah dan produktif. Kedua madrasah juga diharapkan dapat saling mendukung dalam menciptakan ekosistem riset yang inovatif. Dengan demikian, riset tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari budaya belajar di madrasah.
Pertemuan ditutup dengan pembahasan sejumlah peluang pengembangan program bersama. Silaturahmi tersebut sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan antara MAN 2 Kota Malang dan MAN 1 Pekanbaru. Kerja sama riset diharapkan dapat terus berkembang melalui kegiatan-kegiatan nyata. Dari ruang kepala madrasah, kolaborasi tersebut diharapkan berlanjut menjadi karya dan prestasi peserta didik. (RI)



