Kota Malang – Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting yang terus diperkuat MAN 2 Kota Malang sebagai bagian dari pembekalan murid menghadapi jenjang pendidikan dan tantangan masa depan. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) bagi seluruh murid kelas XII Tahun Pelajaran 2026/2027.
Pelaksanaan TOEFL berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 28–30 September 2026, bertempat di Laboratorium Komputer MAN 2 Kota Malang. Menggunakan sistem Computer-Based Test (CBT), kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh murid kelas XII sebagai bagian dari program akademik madrasah.
Pembagian pelaksanaan dilakukan dalam beberapa sesi agar seluruh murid dapat mengikuti tes secara terjadwal. Sesi pertama berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB, sedangkan sesi kedua dilaksanakan pukul 12.30–15.30 WIB.
Pada hari pertama, Senin (28/9/2026), sesi pertama diikuti murid kelas XII A, XII B, dan XII C, sedangkan sesi kedua diikuti XII D, XII E, dan XII F. Selanjutnya, Selasa (29/9/2026), sesi pertama diperuntukkan bagi XII G, XII H, dan XII I, sementara sesi kedua diikuti XII J, XII K, dan XII L.
Pelaksanaan TOEFL ditutup pada Rabu (30/9/2026). Pada sesi tersebut, murid kelas XII M, XII N, XII O, dan XII P mengikuti tes pada sesi pertama.
Pelaksanaan TOEFL tidak hanya menjadi kegiatan evaluasi kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga menjadi bagian dari upaya madrasah memberikan pengalaman kepada murid dalam menghadapi tes berbasis komputer. Melalui kegiatan tersebut, murid dapat memperoleh gambaran mengenai kemampuan bahasa Inggris yang telah mereka kuasai sekaligus mengetahui aspek yang masih perlu dikembangkan.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menegaskan bahwa penguatan kompetensi bahasa Inggris perlu dipersiapkan secara berkelanjutan agar murid memiliki bekal yang memadai untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi di tingkat yang lebih luas.
“Penguasaan bahasa Inggris merupakan salah satu bekal penting bagi murid untuk membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan, informasi, dan peluang di masa depan. Karena itu, madrasah terus mendorong penguatan kemampuan bahasa Inggris melalui program yang terarah dan berkelanjutan.”
Pelaksanaan TOEFL dengan sistem CBT juga menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi akademik berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi. Murid tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bahasa, tetapi juga terbiasa mengikuti proses evaluasi dengan perangkat digital.
Bagi murid kelas XII, kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi fase pendidikan berikutnya. Kemampuan berbahasa Inggris yang baik diharapkan dapat mendukung mereka dalam mengakses berbagai sumber belajar, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, serta mempersiapkan diri menghadapi lingkungan akademik yang semakin terbuka.
Selama pelaksanaan tes, kegiatan belajar mengajar (KBM) ditiadakan hanya bagi kelas yang mendapatkan jadwal TOEFL pada hari tersebut. Pengaturan ini dilakukan agar pelaksanaan tes dapat berjalan tertib sekaligus memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Dengan pelaksanaan yang terstruktur selama tiga hari, MAN 2 Kota Malang terus berupaya membangun budaya akademik yang mendorong murid untuk mengenali, mengukur, dan mengembangkan kompetensi dirinya.



