Kota Malang — Dalam upaya meningkatkan kompetensi peserta didik dalam penguasaan bahasa asing, MAN 2 Kota Malang menjalin kerja sama dengan JLPT Indonesia Wilayah Malang melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penyelenggaraan Ujian Kemampuan Bahasa Jepang di wilayah Malang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Kepala Madrasah MAN 2 Kota Malang dan dihadiri Kepala Madrasah Dr. H. Samsudin, M.Pd., didampingi Kepala Tata Usaha H. Sugeng Winarto, S.Pd.I., M.Pd.
Dari JLPT Indonesia Wilayah Malang hadir Ketua JLPT Malang Dr. Aji Setyanto, M.Litt., Keuangan JLPT Malang Dr. Ismi Prihandari, M.Hum., serta Wakil Ketua JLPT Malang sekaligus bagian Perlengkapan Efrizal, M.A.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam PKS Nomor 255/PKS/IX/JLPT-MLG-P2/XII/2026 dan Nomor 2907/Ma.13.02/HM-01/09/2026 tentang Penyelenggaraan Ujian Kemampuan Bahasa Jepang di Wilayah Malang.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam memberikan ruang pengembangan kompetensi bagi peserta didik, khususnya dalam penguasaan bahasa asing.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengukur kemampuan bahasa Jepang. Ini menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan pendidikan dan dunia global,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua JLPT Malang Dr. Aji Setyanto, M.Litt., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan MAN 2 Kota Malang. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan ujian kemampuan bahasa Jepang sekaligus memperluas akses masyarakat di wilayah Malang untuk mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang.
Melalui kerja sama ini, MAN 2 Kota Malang terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai lembaga sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan dan pengembangan kompetensi peserta didik.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi madrasah, peserta didik, serta masyarakat dalam meningkatkan kompetensi bahasa Jepang dan membuka peluang pengembangan pendidikan ke tingkat yang lebih luas. (SW)



