Hidupkan Tradisi Literasi, MAN 2 Kota Malang Fasilitasi Santri Berkarya Lewat Cerita Humor

Waktu Publikasi :

Kota Malang – MAN 2 Kota Malang terus berupaya memperkuat budaya literasi sekaligus mengembangkan potensi kepenulisan di kalangan santri. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop dan Lomba Menulis Cerita Humor Santri yang diikuti perwakilan santri dari 12 Ma’had se-Kota Malang. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (31/10) pukul 08.00–12.00 WIB, bertempat di Auditorium Lantai 4 Gedung Laboratorium Sains MAN 2 Kota Malang.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus wadah kreativitas bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan menulis. Melalui workshop, peserta memperoleh penguatan wawasan dan keterampilan kepenulisan, sedangkan lomba menjadi kesempatan untuk menuangkan ide, pengalaman, serta cerita humor khas kehidupan pesantren ke dalam karya yang menarik dan bermakna.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan madrasah dalam menumbuhkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan dan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang baik. Ia mengapresiasi keterlibatan 12 Ma’had yang telah mengirimkan perwakilan santrinya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi para santri untuk mengembangkan potensi dan kreativitas, khususnya dalam bidang kepenulisan. Workshop dan lomba ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk belajar sekaligus mempraktikkan secara langsung materi yang diperoleh. Kami berharap para santri dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menghasilkan karya yang kreatif, inspiratif, dan memiliki nilai positif. Semoga kegiatan ini menjadi salah satu langkah dalam membangun budaya literasi yang semakin kuat di lingkungan madrasah dan pesantren,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, KH. Achmad Shampton, S.H.I., M.Ag., dalam arahannya menekankan pentingnya tradisi menulis sebagai bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan khazanah keilmuan. Ia mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan akan lebih mudah diwariskan lintas generasi apabila didokumentasikan melalui tulisan. Menurutnya, sejarah perkembangan keilmuan Islam juga tidak terlepas dari kontribusi para ulama yang produktif menghasilkan karya tulis.

“Sebagaimana ungkapan qayyidul ‘ilma bil kitab, ikatlah ilmu dengan tulisan, para santri perlu membiasakan diri untuk menuangkan ilmu dan gagasannya dalam bentuk karya. Tradisi menulis telah menjadi bagian penting dari perjalanan keilmuan Islam, sebagaimana ditunjukkan oleh para ulama terdahulu yang karya-karyanya terus dipelajari hingga saat ini. Cerita humor juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan, nasihat, dan nilai kehidupan dengan cara yang ringan serta mudah diterima. Karena itu, potensi dan pengalaman santri di lingkungan pesantren perlu terus dikembangkan menjadi karya tulis yang bermakna,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan menulis cerita humor dengan mengangkat kekhasan kehidupan santri. Karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi, tetapi juga berpeluang memperoleh ruang publikasi melalui media massa mitra apabila memenuhi standar kelayakan redaksi. Panitia turut menyiapkan penghargaan bagi peserta terbaik berupa tiga medali emas, enam medali perak, dan sembilan medali perunggu.

Melalui kegiatan ini, MAN 2 Kota Malang berharap lahir lebih banyak santri yang memiliki keberanian untuk menulis, menuangkan gagasan, serta menghasilkan karya yang berkualitas. Kemampuan literasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perlombaan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat kolaborasi antarma’had dalam membangun ekosistem literasi di Kota Malang. Dengan demikian, santri dapat berkontribusi dalam memperkaya khazanah keilmuan melalui karya yang kreatif, edukatif, dan inspiratif.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan diikuti para peserta dengan semangat. Pembinaan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang menjadi salah satu penguatan bagi santri untuk terus mengembangkan tradisi menulis. Melalui workshop dan lomba ini, MAN 2 Kota Malang menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan madrasah dan pesantren. Diharapkan, kegiatan tersebut menjadi awal lahirnya penulis-penulis muda yang mampu menghadirkan gagasan serta karya terbaik bagi masyarakat. (RI)

 

Menu

Aplikasi Madrasah

INFO SNMB

Brosur PMB 2026

INFO PMB