Surabaya – MAN 2 Kota Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Social Fieldtrip (SFT) 2026 yang diikuti oleh 134 siswa kelas XI (program XI-K, L, M, dan N) dengan didampingi 49 panitia siswa serta 6 guru pendamping. Kegiatan edukatif di Kota Pahlawan, Surabaya, ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan pemahaman kontekstual lintas disiplin ilmu meliputi Sejarah, Sejarah Tingkat Lanjut, Ekonomi, Bahasa Indonesia, hingga PPKn.
Pelepasan Berkesan dan Nilai Karakter
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi di lapangan MAN 2 Kota Malang oleh Kepala Madrasah, Dr. Samsudin, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana menimba ilmu secara langsung (experiential learning) di luar ruang kelas.
Turut hadir dalam acara pelepasan ini Waka Kesiswaan, Alif Rifa’i, S.S. Sebelum rombongan bus bergerak menuju Surabaya, doa pemberangkatan dipimpin oleh Waka Sarana dan Prasarana, Dr. Gunawan, M.A., memohon keselamatan, kelancaran, serta keberkahan ilmu selama perjalanan.
Kegiatan ini diketuai oleh Eko Prasetyo Iddul Fitra, S.Pd. (Guru Sejarah Tingkat Lanjut) dengan anggota tim guru pendamping: M. Ronaldi Adji Saputra, M.Pd. (Guru Sejarah), Wahyu Wijayanto, S.Pd. (Guru Sejarah), Indah Fajarwati Mulyaningtyas, M.Pd. (Guru Ekonomi), Nur Faridatul Qomaria, S.Pd. (Guru Bahasa Indonesia), dan Kiki Ayu Arifah, M.Pd. (Guru PPKn).
Destinasi 1: Belajar Literasi Keuangan Modern dan Koleksi Moneter di De Javasche Bank
Tiba di Surabaya, destinasi pertama yang dikunjungi adalah Museum Bank Indonesia (De Javasche Bank). Sebelum memasuki sesi pematerian, para siswa dan guru mengamati secara langsung berbagai peninggalan artefak evolusi uang dari periode kolonial hingga kemerdekaan.
Acara dilanjutkan dengan sesi pematerian mengenai sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang disampaikan oleh pemateri Bank Indonesia, Ibu Soelistiyowati. Antusiasme siswa dan guru tampak membuncah dalam sesi dialog interaktif. Pertanyaan-pertanyaan kritis teoretis dan aplikatif terlontar dari Bu Indah (Guru Ekonomi), Pak Jaya (Guru Sejarah), serta beberapa siswi MAN 2 Kota Malang. Usai mengular diskusi finansial di De Javasche Bank, rombongan menunaikan ibadah Sholat Jumat berjamah di Masjid Al-Muhajirin Surabaya.
Destinasi 2: Menelusuri Resonansi Malang dalam Pertempuran 10 November di Tugu Pahlawan
Lokasi kedua bertempat di Kompleks Tugu Pahlawan & Museum 10 November 1945. Di lokasi sejarah ini, tim guru sejarah memaparkan kronologi pembangunan monumen tugu pahlawan, jalannya pertempuran heroik 10 November 1945, serta keterkaitannya yang erat dengan peristiwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.
Suasana pembelajaran semakin hidup saat para siswa menyaksikan langsung mobil peninggalan Pahlawan Nasional Bung Tomo yang berpelat nomor N (wilayah Malang Raya). Rasa ingin tahu siswa memuncak saat guru menjelaskan fakta sejarah bahwa Bung Tomo memiliki kedekatan histori dengan Kota Malang dan bertempat tinggal di Jalan Ijen No. 6, Kota Malang. Temuan ini memberikan daya tarik tersendiri dan membangun kesadaran sejarah (historical agency) yang kuat bagi para siswa madrasah.
Destinasi 3: Membedah Ideologi Dunia dan Transformasi Pendidikan di Museum Pendidikan Surabaya
Destinasi terakhir yang dikunjungi adalah Museum Pendidikan Surabaya. Di lokasi ini, siswa diajak menelusuri evolusi pendidikan dari era pra-kolonial, masa politik etis, hingga era kemerdekaan. Melalui bimbingan guru sejarah, para siswa diajak membedah bagaimana paham-paham besar dunia (seperti Liberalisme dan Nasionalisme) mewarnai alam pikiran para tokoh pergerakan nasional. Di museum inilah siswa menemukan benang merah ilmiah bahwa pendidikan pada masa itu tidak sekadar sarana mencerdaskan, tetapi dijadikan sebagai instrumen utama untuk melawan kolonialisme dan imperialisme.
Penutup yang Religius
Mengakhiri seluruh rangkaian penjelajahan ilmu di Kota Surabaya, seluruh peserta Social Fieldtrip menunaikan Sholat Maghrib dan Isya (jama’ qasar) di Masjid Al-Akbar Surabaya sebelum kembali menuju Kota Malang dengan membawa pengalaman belajar yang kaya dan berharga. (MRAS)




