Kota Malang (MAN 2) – Sebanyak 314 siswa MAN 2 Kota Malang kelas XII tahun pelajaran 2017/2018 mengikuti Wisuda sekaligus gelar prestasi pada sabtu (28/4) kemaren. Pada Wisuda angkatan 26 tahun 2018 ini dilaksanakan di Aula MAN 2 Kota Malang yang dihadiri langsung Irjen Kemenag RI dan 1000 tamu undangan lainya. Wisuda dan gelar prestasi kelas XII tahun ini juga disampaikan prestasi nasional, diantaranya 10 medali emas dan puluhan medali OSN, KSM, OPSI, Tahfidz serta prestasi studi lanjut jalur undangan PTN (SNMPTN). Dalam Wisuda angkatan 26 tahun 2018 ini bertemakan The Golden Generation atau Generasi Emas.

Wisuda tahun ini selain dihadiri Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Irjen Kemenag) RI Prof Dr Phil H. M. Nur Kholis Setiawan MA, hadir juga Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr Masykuri MSi,  Kabid Pendma Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Drs. Leksono, M.PdI, dan Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Dr H. Mohammad Zaini, MM MBA juga 1000 undangan yang terdiri dari guru, pegawai dan orang tua siswa. Pada wisuda kemaren juga diumumkan sebanyak 48 siswa telah diterima di perguruan tinggi negeri dan 4 siswa mendapat bea siswa ke Jerman.

Kepala MAN 2 Kota Malang Hj. Binti Maqsudah, selaku dalam pidato sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Malang. Kepala Madrasah berharap kepada lulusan MAN 2 Kota Malang setelah lulus nanti agar tetap menjaga Akhlakul Karimah yang telah dibentuk selama ini. Salah satu hal yang penting adalah tetap menjaga kepedulian terhadap permasalahan di masyarakat. Alumni MAN 2 Kota Malang diharapkan menjadi golden generation,” Ucap beliau. Kamad juga menyampaikan berbagai prestasi, khususnya di bidang olimpiade sains nasional dan karya tulis ilmiah yang diadakan Kemenag maupun kemendikbud. Prestasi Nasional yang telah diraih siswa kelas XII hingga tingkat internasional, Seperti  Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang mendapat kesempatan berangkat ke Toronto, Kanada, untuk bertanding di ajang iCAN, International Invention Innovation Competition dan juga Kemudian, di lomba penelitian lainya yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akhir 2017, siswa MAN 2 menyabet juara III, sehingga berkat prestasi tersebut, siswa MAN  2 berhak ikut ajang Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) di Amerika Serikat, Mei 2018 mendatang. Kemudian untuk Prestasi Olimpiade dua tahun berturut-turut, siswa MAN 2 menyabet delapan medali, yaitu dua emas, dua perak, dan empat perunggu,” ujarnya.  Prestasi ini kemudian membuat MAN 2 dikenal sebagai peraih medali terbanyak di ajang OSN tingkat Nasional jenjang SMA/MA. Kamad juga menjelaskan, tidak hanya sains dan karya tulis, tapi MAN 2 juga menorehkan prestasi non akademik, misalnya taekwondp, futsal dan lain lainya pada tingkat nasional. ” Ucap Bu Binti.

Pada kesempatan itu pula kepala bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur H. Leksono juga menyampaikan sambutannya dihadapan wisudawan MAN 2 Kota Malang. Bahwa Lulusan Madrasah itu diharapkan tidak hanya unggul di bidang pengetahuan saja tetapi juga unggul di bidang iman dan takwa.. Tak lupa  H Leksono mengucapkan selamat pada para wisudawan. Selain itu beliau juga berharap MAN 2 Kota Malang tetap mempertahankan prestasinya. “Saat ini sudah dipersiapkan 20 Madrasah di Jawa Timur untuk bersaing dengan MAN 2 Kota Malang. Kalau MAN 2 Kota Malang tidak mempertahankan prestasinya maka akan ketinggalan dengan Madrasah yang lainnya,” ucap Leksono di akhir pidatonya.

Sementara pada sambutan ke 3 oleh Irjen Kemenag Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan, MA disampaikan bahwa saat ini adalah masa “save of power” atau “the save of power” yaitu peralihan dari barat ke timur. Indonesia sebagai salah satu Negara yang berada di Timur harus mampu menyongsong perubahan itu. Kepada wali wisudawan beliau berpesan agar bisa bersikap “sembur dan uhur”. Sembur dalam artian selalu mendoakan putranya sedangkan uhur selalu memfasilitasi putranya dalam meraih cita-citanya. Di akhir sambutannya beliau menyampaikan pesan salah satu kyai yang menyatakan bahwa setiap anak memiliki kompetensi sendiri-sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain. “Oleh sebab itu setiap orang harus bisa menemukan potensinya dan mengembangkannya,” Ujar Nur Kholis mengakiri sambutannya. (Swin/BW)

Written by 

Related posts