Kota Malang (MAN 2) – Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN 2 Kota Malang jalur reguler hari ini mulai dilaksanakan. Seleksi PPDB ini akan dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 30 April sampai dengan 1 Mei 2018. Selama dua hari tersebut  sekitar 1.200 lebih peserta didik asal dari berbagai daerah di tanah air yang lolos verifikasi wajib mengikuti seleksi tes akademik sesuai peminatan, baca tulis Al Quran di hari pertama, selanjutnya hari kedua dilanjutkan psykotes dan wawancara tinggal di ma’had selama studi 3 tahun.

Sementara itu Dr. Hj. Binti Maqsudah, M.Pd menyampaikan, bahwa “ syarat untuk mengikuti PPDB MAN 2 Kota Malang jalur regular ini ialah peserta PPDB wajib mengisi aplikasi on line di website.man2kotamalang.sch.id, kemudian peserta wajib menyerahkan data on line beserta bukti fisik berupa fotocopy legalisir,  NISN dan Raport minimal nilai mata pelajaran 7,8 untuk di verifikasi. Selanjutnya setelah diverifikasi data online yang sudah di print dengan data NISN serta raportnya cocok, peserta didik akan menadapat 2 kartu nomor pendaftaran yang sudah di legalitas panitia, yang selanjutnya nomor tersebut digunakan untuk peserta seleksi dan nomer meja.” Ucap Ibu Binti. PPDB jalur regular MAN 2 Kota Malang ini menggunakan sistem online sampai dengan hasil pengumuman penerimaan peserta didik MAN 2 Kota Malang, Insyaallah akan di publikasikan pada tanggal 13 Mei 2018 beserta undangan orang tua siswa yang diterima.” tambahnya.

Pada PPDB MAN 2 Kota Malang tidak ada pembatasan bagi siswa yang berasal dari luar daerah, dan selama ini masyarakat mengetahui MAN 2 Kota Malang (ex. MAN 3 Malang) sebagai salah satu terbaik di tanah air, sehingga animo pendaftar dari luar daerah seperti tahun tahun sebelumnya cukup banyak, bahkan hingga jumlah mencapai 50 % pendaftar dari luar Kota Malang.  “ Pada PPDB di MAN 2 Kota Malang memang selama ini kita tidak membedakan calon peserta dari mana asal daerahnya, dan sejauh ini masyarakat sudah memahami akan hal ini, dan  hasil seleksi selama 2 hari ini, kita akan mencari yang terbaik dari hasil akumulasikan nilai akademik, BTQ dan psykotesnya, bukan dari mana asal daerah siswa. ” jelas Kamad. (Swin)

 

Written by 

Related posts