Kota Malang – MAN 2 Kota Malang kembali menunjukkan komitmennya sebagai madrasah berprestasi dengan menyelenggarakan Workshop OMI dan OPSI bersama InsanPro MAN 2 Kota Malang dan MAN 2 Pati, yang dilaksanakan pada Rabu–Kamis (4–5/2) bertempat di Mini Hall MAN 2 Kota Malang. Kegiatan ini dipandu oleh MC Arina Haque, S.Ag., S.Hum., M.Hum., selaku Pembina Riset MAN 2 Kota Malang, dan diikuti oleh 10 siswa serta 4 pendamping dari MAN 2 Pati. Workshop ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman peserta dalam brainstorming ide, menggali potensi riset, serta menyusun karya ilmiah yang kompetitif di bidang olimpiade dan riset.
Ketua Rombongan MAN 2 Pati, Safrudin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami hadir ke MAN 2 Kota Malang dengan tujuan utama menjalin silaturahmi dan belajar secara langsung dari madrasah yang konsisten menorehkan prestasi. MAN 2 Kota Malang menjadi rujukan kami dalam pengembangan riset dan olimpiade. Kami berharap semangat dan budaya prestasi di sini dapat menular kepada siswa-siswi MAN 2 Pati. Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih luas ke depan,” ungkapnya.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin M.Pd., dalam sambutannya menyambut hangat kehadiran rombongan MAN 2 Pati.
“Alhamdulillah, MAN 2 Kota Malang berhasil meraih gelar juara umum nasional olimpiade secara berturut-turut selama empat tahun terakhir, dengan perolehan medali terbanyak. Kegiatan riset di MAN 2 Kota Malang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga terintegrasi dengan pengembangan nonakademik seperti olahraga dan seni. MAN 2 Kota Malang juga menjadi penyumbang medali nasional dan internasional terbanyak dalam empat tahun terakhir. Setiap ide yang lahir dari peserta didik harus disalurkan dan tidak boleh berhenti di tengah jalan,” tuturnya.
Ketua Program InsanPro (Internalisasi Keislaman dan Sains Pengembangan Program Olimpiade) MAN 2 Kota Malang, Dra. H. Wulaida Zuhriyana, menegaskan pentingnya keberlanjutan pembinaan riset.
“InsanPro hadir sebagai wadah strategis untuk menumbuhkan budaya berpikir kritis dan inovatif. Melalui workshop ini, kami ingin membangun ekosistem riset yang kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi antar madrasah menjadi kunci untuk melahirkan generasi peneliti muda yang unggul. Kami berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” jelasnya.
Koordinator Riset MAN 2 Kota Malang, M. Ronaldy Aji Saputra, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan arah pembinaan riset yang diterapkan.
“Riset bukan hanya soal lomba, tetapi proses panjang membentuk karakter ilmiah peserta didik. Kami membimbing siswa mulai dari menemukan ide, mengolah data, hingga mempresentasikan hasilnya secara akademis. Melalui workshop ini, kami semakin percaya diri dan berani menuangkan gagasannya. Semoga kegiatan ini menjadi pemantik lahirnya karya-karya unggul,” pungkasnya.
Pembina Riset MAN 2 Kota Malang, Wila Azaria, S.Si., menekankan pentingnya eksplorasi potensi siswa.
“Setiap anak memiliki potensi riset yang berbeda dan perlu difasilitasi dengan tepat. Workshop ini memberikan ruang eksplorasi ide secara terbuka dan terarah. Kami berharap peserta mampu menemukan bidang riset yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Dari sinilah karya ilmiah berkualitas dapat lahir,” terangnya.
Pembina Riset MAN 2 Kota Malang lainnya, Mochammad Yosi Pratikno, S.Mat., juga menyampaikan motivasi kepada peserta.
“Proses riset mengajarkan ketekunan, konsistensi, dan keberanian mencoba. Jangan takut gagal, karena dari kegagalanlah lahir pembelajaran berharga. Ide yang baik harus terus diasah agar menjadi karya yang bermakna. Semoga kegiatan ini menjadi awal perjalanan riset yang panjang dan produktif,” sambungnya.
Dalam kegiatan tersebut, Mas Adam Lukman Chaubah, S.Si., Ph.D., turut memberikan materi dan pendampingan kepada peserta workshop. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan cara berpikir ilmiah, pengembangan ide riset yang orisinal, serta strategi menyusun karya ilmiah agar memiliki nilai kebaruan dan daya saing tinggi. Beliau juga menekankan pentingnya konsistensi, ketekunan, dan keberanian dalam menjalani proses riset sejak tahap perencanaan hingga publikasi. Kehadiran beliau diharapkan mampu memberikan wawasan akademik yang lebih mendalam serta memotivasi peserta untuk terus mengembangkan potensi risetnya secara berkelanjutan.
Diharapkan MAN 2 Pati dapat semakin mengembangkan budaya riset dan olimpiade di lingkungan madrasah. Kolaborasi ini semoga menjadi awal terbangunnya sinergi akademik yang berkelanjutan. Siswa-siswi MAN 2 Pati diharapkan semakin percaya diri dalam berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Semangat belajar dan berprestasi semoga terus tumbuh dan mengakar kuat. MAN 2 Pati diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang berdaya saing global.
Workshop ini menjadi bukti nyata peran MAN 2 Kota Malang sebagai pusat pengembangan prestasi dan riset madrasah. Dengan semangat berbagi dan berkolaborasi, MAN 2 Kota Malang terus mengukuhkan diri sebagai madrasah rujukan nasional. Prestasi yang diraih bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga inspirasi bagi madrasah lain. Melalui kegiatan ini, jargon “Juara Prima” kembali ditegaskan dalam aksi nyata. Sinergi, inovasi, dan konsistensi menjadi kunci keberhasilan yang terus dijaga. MAN 2 Kota Malang siap melangkah maju mencetak generasi berprestasi berkelas dunia. (RI)



