Kota Malang – Dalam Sidang Pleno yang digelar pada Senin (20/4) di Aula PSBB MAN 2 Kota Malang pukul 13.00 hingga 15.30 WIB, seluruh guru mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat dan antusias. Agenda ini menjadi momentum penting dalam penguatan kinerja madrasah, khususnya dalam implementasi kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan berbasis nilai-nilai kemanusiaan.
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Zona Integritas (ZI) menjadi dua pilar utama yang disoroti dalam pleno tersebut. KBC menekankan pendekatan pembelajaran yang mengedepankan empati, kepedulian, dan hubungan harmonis antara guru dan siswa. Sementara itu, ZI berfokus pada pembangunan sistem kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel. Keduanya berperan penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta menjadi indikator dalam proses akreditasi madrasah. Implementasi KBC dan ZI diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan berintegritas. Hal ini sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing.
Dra. Chusnul Chotimah, Kepala Pokjawas, mengungkapkan bahwa, “Akreditasi saat ini tidak hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga dari bukti dukung yang nyata dan terukur. Zona Integritas menjadi bagian penting dalam menilai kinerja lembaga, termasuk kecepatan dan ketepatan dalam menyusun laporan kinerja. Kurikulum Berbasis Cinta juga harus benar-benar diimplementasikan, tidak hanya sebagai konsep, tetapi sebagai praktik nyata dalam pembelajaran. Selain itu, isu-isu seperti kesehatan reproduksi, bullying, dan inklusi juga menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan penilaian akreditasi. Oleh karena itu, kita harus terus melakukan evaluasi dan siap melakukan perubahan jika diperlukan,” ungkapnya.
Di sisi lain, beliau juga menegaskan pentingnya peran guru, khususnya guru agama, untuk berbagi ilmu tidak hanya di lingkungan internal madrasah, tetapi juga kepada lembaga pendidikan swasta. Menurutnya, MAN 2 Kota Malang memiliki posisi strategis sebagai madrasah induk yang mampu menjadi rujukan dan sumber inspirasi bagi lembaga lain. Semangat berbagi ini diharapkan dapat memperluas dampak positif pendidikan serta memperkuat kolaborasi antar lembaga.
Harapan besar disampaikan agar seluruh guru mampu meningkatkan profesionalisme dan kinerja secara berkelanjutan. Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, diharapkan tercipta pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Guru diharapkan semakin responsif terhadap perubahan dan tuntutan zaman. Selain itu, sinergi antar guru dan tenaga kependidikan perlu terus diperkuat demi mencapai tujuan bersama. Madrasah juga diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan hasil akreditasi di masa mendatang.
Kegiatan Sidang Pleno ini menjadi perenungan bersama bagi seluruh civitas akademika MAN 2 Kota Malang. Komitmen untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pendidikan. Dengan dukungan semua pihak, madrasah diyakini mampu mewujudkan visi sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan berintegritas. Nilai-nilai cinta, kepedulian, dan profesionalisme diharapkan terus tumbuh dalam setiap aktivitas pendidikan. Momentum ini pun menjadi langkah nyata menuju madrasah yang lebih maju dan berdaya saing tinggi. (RI)







