Kota Malang – MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan melakukan kunjungan ke MAN 2 Kota Malang untuk mempelajari pengelolaan Aset BMN dengan Sekema PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) ke Kementeian Keuangan, Untuk Usaha yang berada di bawah naungan Koperasi Jasa At – Taufiq di MAN 2 Kota Malang. Kegiatan yang diikuti sebanyak 12 peserta tersebut berlangsung di Ruang Minihall PSBB mulai pukul 09.00 hingga 11.20 WIB.
Rombongan MAN IC Pekalongan disambut langsung oleh Kepala MAN 2 Kota Malang beserta jajarannya, serta pengelola Usaha. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali ilmu dan informasi tentang pemanfaatan Aset BMN yang telah dikembangkan MAN 2 Kota Malang sebagai upaya mendukung kemandirian dan penguatan layanan pendidikan.
Kepala MAN IC Pekalongan, H. Khoirul Anam, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada pihaknya untuk belajar secara langsung dari pengalaman MAN 2 Kota Malang.
“Kami melihat MAN 2 Kota Malang memiliki banyak inovasi dalam pemanfaatan Aset BMN. Melalui kunjungan ini, kami berharap dapat memperoleh wawasan dan pengalaman yang nantinya dapat kami adaptasi dan kembangkan sesuai kebutuhan di MAN IC Pekalongan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari semangat berbagi dan kolaborasi antar madrasah.
“Kami meyakini bahwa kemajuan madrasah dapat dicapai melalui sinergi dan saling berbagi praktik baik. Semoga apa yang kami sampaikan hari ini dapat memberikan manfaat dan menjadi inspirasi dalam pemanfaatan Aset BMN di luar Tusi pendidikan serta kemandirian madrasah,” tuturnya.
Pada sesi pemaparan, Manajer PSBB MAN 2 Kota Malang, Surya Maisa Rahman, S.E., menjelaskan berbagai aspek Pemanfaatan Aset BMN untuk usaha yang berada di MAN 2 Kota Malang, mulai dari pemanfaatan aset BMN, proses sewa aset BMN kepada Kementerian Keuangan, hingga pengelolaan PSBB Inn, toko, catering, dan kantin.
“Pengembangan usaha yang berada di Tanah Negara (Madrasah) harus dikelola Sesuai dengan Regulasi yang Benar, profesional dan transparan. Melalui optimalisasi pemanfaatan aset BMN, kami berupaya memanfaatkan BMN yang produktif sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi madrasah sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan,” jelasnya.
Selain pemaparan materi, peserta juga diajak meninjau langsung berbagai unit usaha yang dikelola Koperasi Jasa At – taufiq. Pada sesi tersebut, Ahmad Thahir Yoga, M. Pd., M.Ed., selaku Ketua Koperasi Jasa At-Taufiq, turut menjadi narasumber yang memberikan penjelasan mengenai pengelolaan dan operasional unit usaha di lapangan. Beliau memaparkan berbagai strategi pengembangan usaha serta peran koperasi dalam mendukung keberlanjutan program kewirausahaan di lingkungan madrasah.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali informasi lebih mendalam terkait aspek regulasi, administrasi, hingga pengelolaan usaha. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertukaran vandel sebagai simbol persahabatan dan kerja sama antar madrasah, serta ditutup dengan sesi foto bersama.Melalui kegiatan ini, kedua madrasah berharap dapat mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kolaborasi di masa mendatang.
Kunjungan ini menunjukkan pentingnya budaya berbagi praktik baik antar madrasah dalam mendorong kemajuan bersama. Pengelolaan unit usaha yang profesional menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian lembaga pendidikan. MAN 2 Kota Malang berkomitmen untuk terus menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi madrasah lain. Diharapkan sinergi yang terjalin dapat memberikan manfaat yang luas bagi pengembangan pendidikan madrasah di Indonesia. (RI/SMR)



