Kota Malang – MAN 2 Kota Malang menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara akbar Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H yang berlangsung di Aula Utama MAN 2 Kota Malang pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini diikuti lebih dari 560 peserta yang terdiri atas anak yatim dan penyandang disabilitas.
Acara berlangsung meriah dengan menampilkan pertunjukan seni Grebeg Sabrang sebagai pembuka yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Agama Kota Malang. Dua penampil yang menjadi sorotan adalah Jessika Ramadani Sakka, 28 tahun, pelaku usaha batik canting rumahan yang juga memiliki minat pada seni tari dan fashion, serta Agam Baharuddin Syahputra, 20 tahun, yang memiliki hobi menari.
Penampilan keduanya menjadi pembuka kegiatan dan mendapat apresiasi karena dinilai mampu menghadirkan semangat inklusif, percaya diri, serta ekspresi seni yang kuat di hadapan peserta dan tamu undangan.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana MAN 2 Kota Malang, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya kagum dengan penampilan seni yang ditampilkan dalam kegiatan ini. Selain indah secara artistik, juga mampu menghadirkan suasana yang hangat, inklusif, dan penuh kebersamaan bagi seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya fokus pada layanan pendidikan, tetapi juga menghadirkan ruang yang ramah untuk mendukung ekspresi seni serta potensi seluruh peserta tanpa terkecuali,” ungkapnya.
Kepala Dr. H. Samudin, M.Pd juga memberikan apresiasi terhadap suksesnya kegiatan yang berjalan penuh makna dan kebersamaan.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Penampilan seni yang ditampilkan bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai wujud nyata nilai kemanusiaan, kepedulian, serta penguatan pelayanan publik yang humanis dan inklusif sejalan dengan implementasi Zona Integritas (ZI) di lingkungan madrasah,” tuturnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa penguatan Zona Integritas di MAN 2 Kota Malang menjadi komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, termasuk peserta didik dan kelompok rentan seperti anak yatim dan penyandang disabilitas.
Harapan ke depan, MAN 2 Kota Malang dapat terus memperluas ruang-ruang ekspresi bagi peserta didik dan masyarakat. Kegiatan serupa diharapkan semakin memperkuat nilai inklusivitas, kepedulian sosial, serta implementasi Zona Integritas di lingkungan madrasah. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi kegiatan berikutnya. (RI)



