Kota Malang – MAN 2 Kota Malang menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara akbar Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H yang berlangsung di Lapangan Basket MAN 2 Kota Malang pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 560 peserta yang terdiri atas anak yatim dan penyandang disabilitas.
Acara berlangsung meriah dengan kehadiran penampilan seni dari MAN 1 Kota Malang melalui grup gambus Guru dan Tenaga Kependidikan yang turut memeriahkan suasana dan memberikan nuansa hangat serta penuh kebersamaan dalam kegiatan inklusif tersebut.
Penampilan gambus dipimpin oleh koordinator, Solichin, S.Pd.I., S.AP., yang juga turut mengisi penampilan dengan alat musik drum pad dan gitar oud. Beliau menyampaikan bahwa keterlibatan timnya merupakan bagian dari komitmen untuk terus berkontribusi dalam kegiatan masyarakat dan pendidikan.
“Kami sering mengisi kegiatan di wilayah Kota Malang, terutama di lingkungan pemerintah dan instansi pendidikan. Ke depan, kami berharap dapat semakin eksis dan sering tampil, tidak hanya di daerah, tetapi juga di tingkat Kantor Wilayah Jawa Timur, bahkan jika memungkinkan hingga tingkat pusat. Tim orkestra ini sudah terbentuk sejak tahun 2013,” ungkapnya.
Turut tampil dalam gambus tersebut, Azni Birru Zahwali, S.Pd.I. yang memainkan gitar oud sekaligus vokal, Adi Wibowo, S.Pd.I. pada keyboard, Ahmad Zaki Lutfi, S.Pd., M.Pd. sebagai vokalis, serta Muhammad Zaini yang turut mengisi vokal.
Kehadiran penampilan dari MAN 1 Kota Malang ini menjadi bentuk kolaborasi antar madrasah yang memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, dan inklusivitas dalam kegiatan sosial keagamaan tersebut.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 2 Kota Malang, Alif Rifa’i, S.S., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan kolaborasi yang terjalin antar madrasah.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kebahagiaan, tetapi juga wujud nyata penguatan nilai karakter, kepedulian sosial, serta implementasi Zona Integritas (ZI) di lingkungan madrasah yang menekankan pelayanan inklusif, transparan, dan berorientasi pada kemanusiaan.”
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya kerja madrasah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berintegritas, kolaboratif, dan berkelanjutan melalui keterlibatan berbagai pihak.
Ke depan, MAN 2 Kota Malang terus memperluas ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik antar madrasah, pemerintah, maupun masyarakat. Kegiatan seperti ini diharapkan semakin memperkuat nilai inklusivitas, kepedulian sosial, serta implementasi Zona Integritas (ZI) secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H ini ditutup dengan penuh kebersamaan dan suasana haru, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Semangat kolaborasi, kepedulian, dan pelayanan tanpa sekat diharapkan terus menjadi budaya yang mengakar di lingkungan madrasah. (RI)



