Kota Malang – MAN 2 Kota Malang menghadirkan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam kegiatan pengayaan pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) melalui Program Sekolah Unggul Garuda (SUGT), Jumat (16/10). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–10.30 WIB ini diikuti 102 siswa terpilih kelas XI dan XII serta guru MAN 2 Kota Malang.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menuturkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu upaya memperkuat kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui pengayaan bersama ITB ini, kami berharap siswa semakin terbiasa berpikir ilmiah, berani mengeksplorasi gagasan, dan mampu mengembangkan potensi akademiknya. Pembelajaran berbasis riset menjadi bekal penting bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tuturnya.
Sebanyak 102 siswa yang telah lolos seleksi Skema 1–3 SUGT mengikuti kegiatan sesuai jenjang masing-masing. Sebanyak 57 siswa kelas XI mengikuti sesi di Auditorium, sedangkan 45 siswa kelas XII mengikuti kegiatan di ruang Multimedia. Pada waktu bersamaan, guru mengikuti pengayaan di ruang Multimedia Perpustakaan.
Pada sesi siswa, pengayaan berfokus pada pendekatan Research-Based Learning (RBL), yang mengajak peserta menghubungkan konsep sains dengan persoalan nyata melalui penelitian. Salah satu proyek yang diperkenalkan ialah “Rekayasa Cahaya untuk Budidaya Microgreen”, yakni penelitian mengenai pengaruh durasi penyinaran terhadap pertumbuhan dan bobot segar tanaman.
Melalui proyek tersebut, siswa belajar merancang sistem pencahayaan menggunakan lampu LED dan pengatur waktu, melakukan pengamatan, mengolah data, serta menyusun kesimpulan berdasarkan bukti. Kegiatan ini mengintegrasikan unsur sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam proses pembelajaran yang aplikatif.
Sementara itu, pengayaan bagi guru berfokus pada pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dalam desain pembelajaran dan pengembangan media STEM. Guru juga memperoleh modul serta kesempatan berdiskusi mengenai penerapan STEM di kelas dan strategi pendampingan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke ITB.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik MAN 2 Kota Malang, Ali Mukti, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar sekaligus ruang pengembangan kompetensi bagi siswa dan guru.
“Melalui pendekatan Research-Based Learning, siswa diajak terlibat dalam proses penelitian, mulai dari melakukan pengamatan hingga menyusun kesimpulan berdasarkan data. Sementara itu, pengayaan bagi guru diharapkan dapat memperkaya strategi pembelajaran STEM melalui pemanfaatan teknologi AI dan pengembangan media yang sesuai dengan kebutuhan siswa,” jelasnya.
Kegiatan ini menghadirkan lima dosen ITB, yakni Dr. Faridz Nizar Ahmady, S.T., M.T.; Dr. Alfi Rumidatul, S.Hut., M.Si.; Rudy Kusdiantara, S.Si., M.Si., Ph.D.; Dr. Dian Ayu Setyorini, M.Si.; serta Angela Christa Octaviani, S.Si., M.Si. Siswa juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan para narasumber untuk mengeksplorasi minat dan gagasan riset.
Melalui pengayaan STEM bersama ITB, MAN 2 Kota Malang terus mendorong pembelajaran yang inovatif dan berbasis riset. Kegiatan ini diharapkan memperkuat kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan memecahkan masalah sekaligus mendukung guru dalam mengembangkan pembelajaran yang adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. (RI)
![]()


