Kota Malang – Direktur Bina Dakwah Pesantren dan Pendidikan Diniyah Nonformal pada Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Dr. H. Mahrus, M.Ag., melakukan kunjungan ke MAN 2 Kota Malang pada Sabtu (17/10). Kunjungan tersebut diawali dengan penerimaan di Ruang Kepala Madrasah, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang untuk melihat kondisi lingkungan serta aktivitas pendidikan dan pembinaan santri.
Kedatangan Dr. H. Mahrus, M.Ag., disambut oleh Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, KH. Ahmad Shampton, S.H.I., M.Ag., serta Ketua Ma’had Al Qalam, H. Ahmad Taufiq Wahyudi A.S., Lc., M.A. Pertemuan di ruang kepala madrasah menjadi kesempatan untuk mempererat koordinasi dan membahas penguatan penyelenggaraan pendidikan pesantren di lingkungan madrasah.
Dalam kunjungan tersebut, Dr. H. Mahrus, M.Ag., meninjau secara langsung lingkungan Ma’had Al Qalam. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya melihat pelaksanaan pembinaan santri sekaligus memahami kondisi ma’had sebagai lingkungan pendidikan yang memadukan pembelajaran keagamaan, pembentukan akhlak, dan pengembangan kemandirian.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen madrasah dalam mengembangkan pendidikan ma’had. Menurutnya, Ma’had Al Qalam memiliki peran strategis dalam mendukung pembentukan karakter santri agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Kami terus berupaya menjadikan Ma’had Al Qalam sebagai lingkungan pendidikan yang mampu menguatkan karakter dan kompetensi santri. Melalui kunjungan ini, kami berharap terjalin sinergi yang semakin kuat dalam meningkatkan kualitas pembinaan serta menciptakan lingkungan ma’had yang mendukung perkembangan santri secara optimal,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, KH. Ahmad Shampton, S.H.I., M.Ag., menekankan pentingnya penguatan pendidikan pesantren sebagai bagian dari pembentukan generasi yang memiliki pemahaman agama, akhlak mulia, dan kepedulian sosial. Ia berharap Ma’had Al Qalam terus mengembangkan pola pembinaan yang mampu menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membekali santri untuk menghadapi tantangan zaman.
“Lingkungan pesantren harus menjadi tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, kemandirian, dan tanggung jawab. Karena itu, pembinaan santri perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama seluruh unsur pendidikan,” tuturnya.
Ketua Ma’had Al Qalam, H. Ahmad Taufiq Wahyudi A.S., Lc., M.A., menyampaikan bahwa kunjungan langsung tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kondisi lingkungan ma’had sekaligus memperkuat perhatian terhadap pelaksanaan pembinaan santri. Ia berharap kunjungan ini dapat memberikan dorongan bagi pengembangan program pendidikan dan pengasuhan yang semakin terarah.
“Kami berharap kunjungan ini semakin menguatkan semangat pengelola dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pembinaan di Ma’had Al Qalam. Kami juga berkomitmen untuk terus mendampingi santri agar berkembang dalam ilmu agama, kedisiplinan, kemandirian, serta akhlak yang baik,” tambahnya.
Melalui kunjungan ini, MAN 2 Kota Malang berharap pengembangan Ma’had Al Qalam dapat terus berjalan secara berkelanjutan dengan dukungan dan sinergi berbagai pihak. Peninjauan langsung menjadi kesempatan untuk melihat kondisi ma’had sekaligus memperkuat perhatian terhadap kualitas lingkungan pendidikan santri. Ke depan, Ma’had Al Qalam diharapkan semakin optimal dalam memadukan pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, dan pengembangan potensi santri. Dengan demikian, ma’had dapat terus berkontribusi dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat. (RI)



