Kota Malang – Tiga siswa kelas XII Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MANPK) MAN 2 Kota Malang angkatan 34 bersiap melanjutkan perjalanan pendidikan ke Kairo, Mesir, untuk menimba ilmu di Universitas Al-Azhar. Kesempatan ini menjadi langkah penting bagi mereka untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memperluas wawasan keislaman di salah satu pusat keilmuan Islam terkemuka di dunia.
Ketiga siswa tersebut adalah Fakhrana Yuanita Lesmana, Rafiza Ibra Al Daffa, dan Ahmad Husein Fatah Al Hidayah Basori. Sebelum keberangkatan, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menitipkan sejumlah pesan kepada ketiganya pada Rabu (21/10) di ruang kepala madrasah. Pesan tersebut menekankan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu, kemampuan menghargai perbedaan, serta komitmen menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Samsudin berpesan agar ketiganya memanfaatkan kesempatan belajar di Al-Azhar dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, tujuan menuntut ilmu tidak semata-mata untuk meraih gelar akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggali, mendalami, dan mengambil sebanyak mungkin ilmu dari para ulama dan guru kalian. Jangan hanya berorientasi pada gelar akademik, tetapi pulanglah dengan membawa ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, dan kebaikan yang dapat kalian bagikan kepada masyarakat,” pesannya.
Selain kesungguhan dalam belajar, mengingatkan pentingnya memahami perbedaan dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Selama menempuh pendidikan di Mesir, para siswa akan berhadapan dengan beragam pemikiran, tradisi, budaya, dan cara pandang. Karena itu, mereka diharapkan memiliki keluasan wawasan, bersikap terbuka, serta tetap menjaga adab dan menghormati perbedaan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga identitas keislaman dan kebangsaan selama menuntut ilmu di luar negeri. Pengalaman belajar di Al-Azhar diharapkan semakin memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat, toleran, serta berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Ketika kembali ke Indonesia, tetaplah menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Jadilah generasi yang memiliki kedalaman ilmu agama, berakhlak mulia, cinta tanah air, serta mampu menjaga tradisi keislaman yang moderat, toleran, dan membawa rahmat bagi semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Muhammad Irsyadul Ibad, Lc., M.Ag., selaku penanggung jawab, berharap ketiga siswa dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum menjalani pendidikan di Kairo. Kesempatan belajar di Al-Azhar tidak hanya menjadi ruang untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan kematangan dalam bersikap.
“Kesempatan menuntut ilmu di Al-Azhar merupakan amanah sekaligus peluang berharga yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kami berharap ketiga siswa mampu menjaga niat, kesungguhan belajar, dan akhlak selama berada di Kairo, serta dapat beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa melupakan nilai-nilai yang telah ditanamkan di madrasah,” tambahnya.
Ia juga berharap ketiganya dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kelak mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, dan bangsa. Keberhasilan menempuh pendidikan di Al-Azhar, menurutnya, tidak hanya diukur dari selesainya studi, tetapi juga dari sejauh mana ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
MAN 2 Kota Malang berharap anak-anak mampu menjalani pendidikan di Universitas Al-Azhar dengan penuh kesungguhan, ketekunan, dan tanggung jawab. Pengalaman menimba ilmu di Kairo diharapkan dapat memperluas wawasan, memperkuat pemahaman keagamaan, serta membentuk karakter yang matang dan berintegritas. Ketiganya juga diharapkan mampu menjaga nama baik keluarga dan madrasah serta kelak menjadi generasi berilmu yang membawa manfaat bagi umat dan Indonesia. (RI/MII)



