Kota Malang – MAN 2 Kota Malang menggelar Workshop Kesehatan bertema “Mewujudkan Madrasah Sehat dan Ramah Anak Menuju Generasi Emas yang Berkarakter dan Berprestasi” pada Senin (13/7). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.30–12.30 WIB di Aula Utama MAN 2 Kota Malang ini diikuti oleh seluruh murid kelas X dan dipandu oleh MC Adin Priawan, S.E.
Workshop ini menjadi salah satu upaya nyata MAN 2 Kota Malang dalam menanamkan budaya hidup sehat, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak, serta mendukung penguatan pembangunan Zona Integritas melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan yang berorientasi pada kesehatan dan kesejahteraan murid.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama bagi lahirnya generasi yang unggul dan berprestasi.
“Madrasah yang sehat akan melahirkan murid yang sehat, baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh warga madrasah.”
Beliau juga mengajak seluruh murid untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai bekal dalam menjalani kehidupan remaja yang sehat dan bertanggung jawab.
“Saya berharap seluruh murid dapat menyimak materi dengan sungguh-sungguh, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi agen perubahan yang mampu mengajak teman dan keluarga untuk hidup lebih sehat.”
Paramedis UKS MAN 2 Kota Malang, Istifari, Amd. Kep., menjelaskan bahwa edukasi kesehatan bagi remaja perlu diberikan secara berkelanjutan agar murid memiliki pemahaman yang benar sejak dini.
“Melalui workshop ini kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi masa depan. Semakin dini anak-anak memahami pentingnya perilaku hidup sehat, semakin baik kualitas hidup mereka di kemudian hari.”
Sementara itu, Ketua UKS MAN 2 Kota Malang, Wahyu Wijayanto, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program UKS dalam mewujudkan madrasah yang sehat, aman, dan ramah anak.
“Kolaborasi antara madrasah dan tenaga kesehatan menjadi langkah strategis untuk membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Harapannya, murid tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.”
Materi workshop disampaikan oleh narasumber dari Puskesmas Arjuno, Wahyu Kurniawati, S.KM. dan Emi Setyo Puspitorini, S.Kep. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai materi penting yang berkaitan dengan kehidupan remaja, meliputi kesehatan reproduksi, penyakit menular dan tidak menular, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), bahaya penyalahgunaan NAPZA dan rokok, serta pentingnya menjaga kesehatan jiwa. Seluruh materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga murid dapat memahami setiap topik dengan baik.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber mengenai berbagai persoalan kesehatan remaja. Seluruh peserta mengikuti pengisian post-test serta evaluasi kegiatan guna mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.
Melalui workshop ini diharapkan murid semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial sebagai bekal meraih prestasi. Selain itu, budaya hidup bersih dan sehat diharapkan semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia yang berkarakter, sehat, dan berdaya saing.
Workshop kesehatan ini mencerminkan komitmen MAN 2 Kota Malang dalam memberikan layanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesehatan murid. Sinergi antara madrasah, UKS, tenaga kesehatan, serta seluruh warga sekolah menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas. Dengan semangat kebersamaan tersebut, MAN 2 Kota Malang terus berupaya menghadirkan madrasah yang sehat, ramah anak, dan berintegritas menuju pelayanan pendidikan yang semakin prima. (RI)




