Kota Malang – MAN 2 Kota Malang menggelar kegiatan Deklarasi Sekolah Ramah Anak yang dirangkaikan dengan Workshop Kesehatan bertema “Mewujudkan Madrasah Sehat dan Ramah Anak Menuju Generasi Emas yang Berkarakter dan Berprestasi” pada Senin (13/7). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.15–10.20 WIB di Aula Utama MAN 2 Kota Malang ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X dan dipandu oleh MC Adin Priawan, S.E.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Deklarasi Sekolah Ramah Anak yang dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi sebagai bentuk komitmen bersama seluruh warga madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Sekolah Ramah Anak bukan sekadar program, melainkan budaya yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
“Madrasah harus menjadi rumah kedua yang memberikan rasa aman, nyaman, dan membahagiakan bagi setiap peserta didik. Seluruh warga madrasah memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melindungi, serta mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, sehat, dan berprestasi,” tuturnya.
Beliau juga berharap deklarasi ini menjadi komitmen nyata yang diwujudkan melalui sikap saling menghargai, kepedulian, serta pelayanan pendidikan yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.
Mewakili Pemerintah Kota Malang, Sekretaris Dinas Sosial Kota Malang menyampaikan apresiasi atas komitmen MAN 2 Kota Malang dalam menginisiasi Deklarasi Sekolah Ramah Anak.
“Kami memberikan apresiasi kepada MAN 2 Kota Malang yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan sekolah ramah anak. Semoga deklarasi ini menjadi langkah positif yang mampu menginspirasi satuan pendidikan lainnya untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai hak-hak setiap anak,” ungkapnya.
Materi utama disampaikan oleh Luluk Khafifah, S.E., M.M., Kepala Seksi Pemenuhan Hak atau Tumbuh Kembang Anak, yang menjelaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Sekolah Ramah Anak adalah lingkungan yang menjamin setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan bermain dengan aman, bebas dari kekerasan, diskriminasi, maupun rasa takut,” jelasnya.
Beliau menambahkan bahwa salah satu prinsip utama Sekolah Ramah Anak adalah non-diskriminasi, yaitu memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak belajar yang sama tanpa membedakan latar belakang, kondisi, maupun kemampuan.
“Setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan. Oleh karena itu, seluruh elemen sekolah perlu bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung terpenuhinya hak-hak tersebut,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Kota Malang berharap seluruh peserta didik semakin memahami pentingnya menghormati hak anak, membangun budaya saling menghargai, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua. Deklarasi ini juga diharapkan menjadi awal dari penguatan budaya madrasah yang inklusif dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan. Dengan kolaborasi seluruh warga madrasah, visi mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang berkarakter dan berprestasi dapat tercapai.
Komitmen sebagai Sekolah Ramah Anak menjadi salah satu langkah nyata MAN 2 Kota Malang dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang berorientasi pada perlindungan dan pemenuhan hak peserta didik. Nilai-nilai kepedulian, penghormatan, dan kebersamaan diharapkan terus tumbuh dalam setiap aktivitas pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Dengan demikian, MAN 2 Kota Malang semakin mantap menjadi madrasah yang unggul, sehat, ramah anak, dan berdaya saing. (RI)




