Kota Malang — Semangat kebersamaan dan pengabdian mewarnai peringatan Hari Pramuka ke-65 di MAN 2 Kota Malang. Kegiatan tersebut digelar pada Jumat (14/8) di Lapangan Basket MAN 2 Kota Malang, mulai pukul 07.00-09.30 WIB, dengan diikuti seluruh murid serta guru dan tenaga kependidikan (GTK) MAN 2 Kota Malang.
Peringatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Kepala Madrasah Terpadu Jalan Bandung, serta murid dari satuan pendidikan di lingkungan Madrasah Terpadu Jalan Bandung yang terdiri atas MI, MTs, dan MAN. Kehadiran lintas jenjang tersebut menjadikan peringatan Hari Pramuka sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan dan kesinambungan pembinaan karakter generasi muda.
Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi yang mandiri, tangguh, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., mengatakan bahwa Gerakan Pramuka tidak sebatas kegiatan organisasi, melainkan menjadi bekal yang dapat digunakan dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.
“Gerakan Pramuka ini merupakan penolong hidup. Banyak hal yang kita pelajari di Pramuka, mulai dari kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, hingga kemampuan menghadapi berbagai keadaan. Nilai-nilai itulah yang nantinya akan menjadi bekal bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.
Menurutnya, semangat kepramukaan juga relevan dengan tantangan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Kemandirian dan kemampuan bekerja bersama menjadi modal penting untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian adalah pengesahan lencana Pramuka bagi anggota Pramuka dari jenjang MI, MTs, dan MAN. Pengesahan tersebut menjadi simbol atas proses, ketekunan, serta keterampilan yang telah dilalui para anggota Pramuka dalam mengikuti pembinaan dan kegiatan kepramukaan.
Lencana yang disematkan bukan sekadar tanda penghargaan, tetapi menjadi pengingat atas tanggung jawab yang melekat pada setiap anggota Pramuka. Melalui proses tersebut, murid didorong untuk terus mengembangkan keterampilan, menjaga disiplin, serta mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana semakin semarak dengan penampilan gabungan anggota Pramuka dari MI, MTs, dan MAN. Kolaborasi lintas jenjang tersebut menghadirkan pertunjukan yang menarik sekaligus menunjukkan kekompakan dan kreativitas para murid. Penampilan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa perbedaan jenjang pendidikan dapat dipertemukan dalam satu semangat dan tujuan yang sama.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 diharapkan dapat semakin menumbuhkan kecintaan murid terhadap Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter dan keterampilan hidup. Semangat kemandirian, gotong royong, disiplin, dan kepedulian diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui generasi muda yang tangguh dan berkarakter, semangat menuju Indonesia Emas 2045 dapat terus dipupuk sejak lingkungan madrasah.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi ruang untuk kembali meneguhkan nilai-nilai yang menjadi fondasi Gerakan Pramuka. Dari lapangan MAN 2 Kota Malang, semangat kebersamaan lintas jenjang tumbuh melalui pengesahan lencana dan penampilan kolaboratif para anggota Pramuka. Langkah itu menjadi bagian dari perjalanan panjang menyiapkan generasi yang siap mengabdi, berkarya, dan membawa Indonesia menuju masa depan. (RI)



