Kota Malang – Integritas tidak cukup hanya menjadi komitmen lembaga, tetapi perlu tumbuh dari kesadaran setiap individu hingga menjadi budaya bersama. Hal tersebut disampaikan Ady Siswanto, S.Pd., Ketua Zona Integritas (ZI) MAN 2 Kota Malang, dalam kegiatan Kick Off Indonesia Berintegritas yang diselenggarakan TIMES Indonesia di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, Ahad (23/8).
Dalam kegiatan tersebut, Ady turut membubuhkan tanda tangan pada Papan Tekad Integritas sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Indonesia Berintegritas. Baginya, tanda tangan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan pengingat untuk terus membangun integritas dari diri sendiri dan lingkungan sekitar.
“Integritas perlu dibudayakan, baik secara individu maupun bersama. Semuanya harus dimulai dari kesadaran diri, kemudian dibawa dalam lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari. Ketika dilakukan secara konsisten bersama-sama, integritas akan tumbuh menjadi budaya,” tegasnya.
Sebagai Ketua ZI MAN 2 Kota Malang, Ady menilai pembangunan Zona Integritas membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah. Setiap individu memiliki peran untuk menjaga kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kualitas pelayanan.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., turut mengapresiasi gerakan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen seluruh warga madrasah dalam membangun budaya integritas.
“Integritas harus menjadi napas dalam setiap aktivitas di MAN 2 Kota Malang. Kami tidak ingin integritas hanya menjadi sebuah program, tetapi benar-benar menjadi budaya yang melekat dalam perilaku seluruh warga madrasah. Ini menjadi bagian penting dalam ikhtiar kami menuju WBBM,” jelasnya.
Keterlibatan MAN 2 Kota Malang dalam Kick Off Indonesia Berintegritas menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Sebanyak 200 santri Ma’had Al Qalam bersama 20 pendamping turut hadir dan menyemarakkan kegiatan sebagai bagian dari dukungan madrasah terhadap gerakan Indonesia Berintegritas.
Ady berharap semangat yang dibawa dari kegiatan tersebut dapat terus diterapkan di lingkungan MAN 2 Kota Malang. Komitmen menuju WBBM diharapkan tidak hanya menjadi target kelembagaan, tetapi menjadi hasil dari budaya kerja yang dibangun secara konsisten oleh seluruh warga madrasah.
“Kita ingin integritas bukan hanya terlihat ketika ada kegiatan atau penilaian. Ia harus hadir dalam keseharian, menjadi kebiasaan, dan akhirnya menjadi karakter bersama,” pungkasnya.
Dari satu tanda tangan di Papan Tekad Integritas, MAN 2 Kota Malang kembali meneguhkan langkah untuk membangun budaya yang dimulai dari setiap pribadi. Sebab, integritas yang kuat lahir dari individu yang berkomitmen dan lingkungan yang saling menguatkan. (RI)



