Kota Malang – MAN 2 Kota Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Dua tim riset bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (MST) berhasil lolos sebagai finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 jenjang Dikdas dan Dikmen tingkat nasional pada (18/9).
Kepastian ini merujuk pada Surat Pengumuman Finalis OPSI Jenjang Dikdas dan Dikmen Tingkat Nasional Tahun 2026 bernomor 1983/H3/PN.00/2026 tertanggal 13 September 2026. Pengumuman tersebut mencatat seleksi ketat terhadap 5.882 laporan akhir, dengan 2.637 di antaranya merupakan laporan akhir bidang MST. Dari proses penilaian Dewan Juri, ditetapkan finalis OPSI jenjang SMP/MTs/sederajat dan SMA/MA/sederajat tingkat nasional sebanyak 125 tim dari 24 provinsi dan SILN Malaysia, dengan 29 tim di antaranya berasal dari bidang MST.
Dua Tim Riset MAN 2 Kota Malang di Bidang MST
1. Terapi Kanker Serviks Berbasis SNEDDS dan Fitofarmaka
Tim pertama mengangkat judul penelitian:
“Targeted Folic Acid–Chitosan Mucoadhesive SNEDDS Ekstrak Ageratum conyzoides untuk Modulasi CD8⁺, HIF-1α, dan Caspase-3 pada Kanker Serviks: Perbandingan Rute Oral dan Intravaginal”
Peneliti:
1. Liyana Rofiatur Rahmah Pratama (XI-A)
2. Firda Annisa Qonita (XI-K)
Menurut Pembina, Mas Adam Lukman Chaubah, S.Si., Ph.D., capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan ketekunan tim dalam mengeksplorasi pendekatan nanoteknologi serta fitofarmaka.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Penelitian ini menggabungkan sistem penghantaran obat mutakhir dengan bahan alam untuk melihat potensinya pada kanker serviks. Semoga riset ini tidak hanya berhenti di kompetisi, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan terapi yang lebih efektif, terjangkau, dan aplikatif,” ujarnya.
2. Green Neurotherapeutic untuk Alzheimer Berbasis Pendekatan In Silico dan In Vivo
Tim kedua membawa judul penelitian:
“Potensi Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica) sebagai Green Neurotherapeutic Alzheimer”
Peneliti:
1. Ngilma Tsuraya (XI-A)
2. Aisha Zahra Ramadhani (XI-H)
Penelitian tim binaan Tsaniyah Nur Kholilah, S.Pd., M.Si. ini dirancang melalui pendekatan komprehensif, yaitu in silico dan in vivo. Secara in silico, senyawa aktif ekstrak daun mimba dianalisis melalui penambatan molekuler (molecular docking) dan simulasi dinamika molekuler untuk memprediksi interaksi dengan target protein yang berkaitan dengan patogenesis Alzheimer. Pendekatan ini menjadi tahap awal yang efisien untuk menyaring potensi bioaktivitas senyawa sebelum diuji secara eksperimental.
Selanjutnya, validasi in vivo dilakukan menggunakan hewan model ikan zebra (Danio rerio). Ikan zebra dipilih karena memiliki kemiripan genetik dengan manusia, siklus hidup yang relatif singkat, serta sensitivitas terhadap parameter neurobehavioral dan stres oksidatif. Melalui model ini, tim mengevaluasi potensi neuroterapeutik ekstrak daun mimba, termasuk respons perilaku, biomarker neurodegeneratif, dan indikasi keamanan dosis.
Pembina, Tsaniyah Nur Kholilah, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas dedikasi para siswa. Menurutnya, penelitian ini menawarkan pendekatan ramah lingkungan dalam pengembangan terapi Alzheimer.
“Anak-anak telah bekerja sangat baik. Mereka mengangkat potensi daun mimba sebagai kandidat neuroterapi hijau. Kami memadukan prediksi in silico dengan validasi in vivo menggunakan ikan zebra, sehingga riset ini tidak hanya berhenti pada simulasi komputer, tetapi juga diuji pada organisme model. Ini adalah topik yang menantang karena memadukan kearifan lokal, neurosains, dan kebutuhan kesehatan global. Kami berharap riset ini memberi kontribusi nyata dan menginspirasi siswa lain,” tuturnya.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas lolosnya dua tim ke final OPSI 2026. “Ini prestasi luar biasa. Dua tim dari bidang MST berhasil melewati seleksi nasional yang sangat ketat. Keberhasilan ini adalah bukti bahwa pembinaan riset di MAN 2 Kota Malang berjalan konsisten dan mampu bersaing di level tertinggi. Kami akan terus memberikan dukungan penuh hingga tahap final,” tegasnya.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Alif Rifa’i, S.S., menambahkan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi siswa, pembina, dan madrasah.
“Kami mengapresiasi kerja keras para siswa dan pembina. Bidang Kesiswaan akan memfasilitasi kebutuhan mereka menuju final, baik dari sisi pembinaan, mental, maupun administratif. Semoga mereka dapat tampil maksimal,” ujarnya.
Ketua Program Pengembangan Prestasi Bidang Akademik, Dra. Wulaida Zuhriyana, menilai prestasi ini menegaskan kualitas program pengembangan prestasi akademik madrasah. “Keikutsertaan dan keberhasilan dua tim ini menunjukkan bahwa program pembinaan prestasi akademik berjalan efektif. Kami sangat bangga dan akan terus mendorong lahirnya riset-riset baru dari siswa,” kata Dra. Wulaida.
Koordinator Riset MAN 2 Kota Malang, M. Ronaldi Adji Saputra, M.Pd., menyoroti ketatnya persaingan di bidang MST. “Dari 2.637 laporan akhir bidang MST, hanya 29 tim yang masuk final. Dua tim dari MAN 2 Kota Malang ada di dalamnya. Ini pencapaian yang sangat membanggakan. Kami akan mengawal mereka hingga final dan berharap dapat mengharumkan nama madrasah di tingkat nasional,” pungkasnya.
Dengan lolosnya dua tim riset bidang MST ini, MAN 2 Kota Malang kembali membuktikan diri sebagai madrasah yang unggul dalam pengembangan riset dan inovasi. Seluruh civitas madrasah mendoakan yang terbaik bagi para finalis menuju panggung OPSI 2026 tingkat nasional.




