Kota Malang – MAN 2 Kota Malang menggelar Science Film Festival (SFF), kegiatan tahunan berupa pemutaran film sains dan eksperimen sains sederhana yang diinisiasi oleh Language Development Center (LDC) melalui Deutsch in Man (DiM) atau Klub Bahasa Jerman. Kegiatan ini diikuti sebanyak 76 peserta dan berlangsung di Laboratorium Sains, Ruang Auditorium Lantai 4, pada pukul 13.30 WIB, Selasa (20/10).
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal sains melalui tayangan film edukatif dan praktik eksperimen yang menarik. Dua film yang diputar ialah Nine and a Half: Protecting the Climate in the Digital World dan Nine and a Half: ChatGPT in the Classroom. Kedua film tersebut mengangkat isu perubahan iklim dalam dunia digital serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Ali Mukti, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk memperluas wawasan peserta didik melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan. Menurutnya, film sains dapat membantu peserta memahami fenomena ilmiah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta semangat peserta didik untuk terus belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Ketua pelaksana, Afifah Ni’matur Rahma dari kelas XI O, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui film, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik sederhana. Peserta mengikuti dua eksperimen, yakni Solar Bottle Light untuk mempelajari intensitas cahaya dan Test Case Predict untuk memprediksi hasil AI. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang seru, interaktif, dan memberikan pemahaman baru bagi seluruh peserta,” sambungnya.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., mengapresiasi penyelenggaraan Science Film Festival sebagai bagian dari penguatan budaya literasi sains di madrasah. Ia menilai bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan peserta didik dalam memahami dan menggunakannya secara bijak. “Peserta didik harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru. Sains bukan hanya teori yang dipelajari di kelas, melainkan juga pengetahuan yang dapat diamati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap peserta didik semakin kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi,” tuturnya.
Frau Nur Waiduri Khalishah selaku pembina Klub Bahasa Jerman menjelaskan bahwa Science Film Festival menjadi wadah bagi peserta didik untuk belajar sains sekaligus mengenal materi edukasi melalui film berbahasa asing. Kegiatan ini juga mendukung pengembangan kemampuan bahasa, wawasan global, dan kolaborasi antarpeserta didik.
Ke depan, kegiatan Science Film Festival diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari inovasi pembelajaran di MAN 2 Kota Malang. Peserta diharapkan semakin tertarik mempelajari sains melalui pengalaman yang menyenangkan dan aplikatif. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital serta membentuk sikap kritis dalam menyikapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Dengan demikian, peserta didik dapat mengembangkan potensi akademik sekaligus menerapkan ilmu pengetahuan secara bertanggung jawab.
Penyelenggaraan Science Film Festival menjadi salah satu upaya MAN 2 Kota Malang dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Perpaduan film edukatif dan eksperimen sederhana memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar melalui pengamatan dan praktik langsung. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen madrasah dalam menumbuhkan generasi yang berwawasan luas, kreatif, dan berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan. (RI)




