Kota Malang (Republika.co.id – MAN 2) – Tim Olimpiade MAN 2 Kota Malang kembali berprestasi, Perolehan prestasi internasional kali ini dibidang Matematika yang di raih Muhammad Surya Siddiq siswa kelas X IPA 8, pada ajang Hanoi Open Mathematics Competition (HOMC) ke-15 yang dilaksanakan mulai tanggal 26 Maret s/d 30 Maret 2018, di Hanoi, Vietnam. Prestasi International ini tentunya juga merupakan pretasi Indonesia. Karena pada HOMC 2018 ini Tim Indonesia yang diwakili oleh Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil meraih 1 medali Emas, 1 medali Perak, 5 medali Perunggu untuk kategori Individu, dan 1 Trophy First Prize untuk kategori Tim.

Pada ajang Hanoi Open Mathematics Competition (HOMC)  ini diikuti oleh 87 peserta siswa Internasional dari siswa-siswi terbaik dari 8 Negara yaitu Cina, Myanmar, Filipina, Polandia, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, dan 384 siswa lokal Vietnam dari siswa-siswi tebaik dari sekolah terbaik dari berbagai Propinsi di Vietnam. Tiap Peserta mendapatkan 2 tes yaitu Lomba Individu dan Lomba Tim. Setiap siswa mengerjakan 15 soal yang terdiri dari 5 soal pilihan ganda, 5 soal isian singkat, dan 5 soal uraian dalam waktu 120 menit, sedangkan pada Lomba Tim baik setiap tim mengerjakan 10 soal. Dimana 8 soal pertama dikerjakan secara individual setelah mendiskusikan soal mana yang dikerjakan tiap siswa selama 30 menit, dan 2 soal terakhir dikerjakan bersama-sama dalam waktu 30 menit.

Salah satu peserta, Muhammad Surya Siddiq, peraih medali emas yang juga merupakan siswa KPM yang bersekolah di MAN 2 Kota Malang mengungkapkan rasa syukurnya kepada Yang Maha Kuasa karena pada lomba kali ini dapat bertemu kembali dan berkompetisi bersama kembali bersama teman-teman lamanya. Siddiq mengatakan dirinya tidak menyangka akan mendapatkan medali emas, karena saat soal kompetisinya yang susah dan unik yang membutuhkan ide ide kreatif dalam menjawabnya. Siddiq juga mengatakan sangat senang diberikan Allah hadiah mendapatkan medali emas. Namun bagi Siddiq, medali dan prestasi lainnya tak lebih hanya sekadar bonus dan hadiah dari Allah. “Saya tidak menjadikan medali ini sebagai tujuan, melainkan tujuan utamanya adalah menambah pengalaman hidup, menambah teman teman baru dari berbagai negara serta bertemu kembali dengan teman teman saya setelah terpisah 2 tahun,” ujar dia Muhammad Surya Siddiq selama karantina berpuasa 5 hari berturut turut.

Sementara itu, Ketua Olimpiade MAN 2 Kota Malang Hj. Wulaidah setelah mendengar prestasi internasional ini menyampaikan rasa syukurnya, ” Hadha min fadhli Robbi., inilah yg bisa kami ucapkan dari prestasi ananda M. Surya Sidiq kelas X ipa8,  yang telah meraih medali emas mewakili Indonesia di ajang bergengsi tingkat Internasional HOMC ( Hanoi Open Mathematic Competition ) di Hanoi Vietnam tanggal  27-31 Maret 2018. Prestasi Internasional ini yang ke 2 yang diraih siswaMAN 2 Kota Malang di ajang bergengsi tingkat Internasional, yang pertama tahun 2015 ananda fata Nugraha peraih medali perak di Singapura bidang Komputer,” ucap beliau. Insyaallah di bulan Mei 2018 nanti, 2 prestasi internasional lainya, siswa MAN 2 Kota Malang juga mewakili Indonesia ke Amerika utk ajang INTEL ISEF 2018. Semoga Prestasi demi prestasi ini menjadikan madrasah jadi pilihan pertama anak- anak muslim di Indonesia, dan Ajaran nilai- nilai karakter akhlaqul karimah yg diberikan oleh seluruh civitas akademik di Madrasah bisa menjadi bekal siswa- siswi madrasah untuk menjadi leader masa depan  bangsa Indonesia tercinta ini, bahkan di seantero duniam, Sehingga semoga akan tercipta negara yang kita impikan baldatun toyyibatun warobbun ghofur ” harapan Bu Wulaidah sapaan akrab tiap harinya. (Republika.co.id – Swin)

 

Written by 

Related posts