Kali Kedua, MAN 2 Kota Malang Adakan Imunisasi Difteri

Kota Malang (Aula MAN 2) – Usai peringatan hari ulang tahun Pramuka Selasa, (14/8), suasana di MAN 2 Kota Malang terasa sedikit berbeda dari biasanya. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, kemarin para siswa menjalani suntik vaksin difteri. Seluruh siswa, kelas X, XI dan XII terlihat bergantian datang ke Aula MAN 2 Kota Malang. Ini adalah kali kedua mereka menjalani suntik vaksin tersebut. Kegiatan imunisasi difteri ini bertujuan agar siswa siswi MAN 2 Kota Malang terhindar dari penyakit difteri. Acara ini didampingi langsung Koodinator Bidang UKS MAN 2 Kota Malang Dra. Wahyuni Ekowati yang bekerja sama dengan Puskesmas Arjuna.

Kepala MAN 2 Kota Malang mengatakan, “ Dengan adanya Program dari Kementerian Kesehatan untuk imunisasi difteri ini diharapkan siswa siswi MAN 2 Kota Malang bisa terhindar dari difteri, sehingga dapat sehat selalu dan kegiatan belajar mengajar sampai dengan studi lanjutnya nanti semoga tidak terganggu.” Jelas Kamad.

Di dalam Aula Koordinator UKS Wahyuni Ekowati, menyampaikan, bahwa  kegiatan imunisasi difteri ini bekerja sama dengan Puskesmas Arjuna ini sudah kali kedua, dan kedepan suntik vaksin difteri ini akan terus berlanjut sampai tiga kali, diharapkan dengan memberikan imunisasi tersebut pada siswa, maka kita telah memberikan perlindungan kepada siswa siswa MAN 2 Kota Malang terhadap beberapa penyakit yang berbahaya,” jelas Bu Yun, panggilan akrabnya.

Sementa itu suasana didalam aula, meski para siswa yang imunisasi sudah beranjak dewasa, namun sebagian siswa ada yang terlihat biasa saja, namun tak sedikit juga yang terlihat ketakutan bahkan ada yang sampai sampai menangis. Banyak dari para siswa yang mempunyai mental ‘takut disuntik’.  Hal tersebut sebenarnya hanyalah angan atau bayangan mereka saja. Kebanyakan ketika ditanyai mengatakan bahwa “disuntik itu sakit” dan “menyeramkan”. Padahal jika dilihat dengan sudut pandang yang lain, hal tersebut bukanlah hal yang besar ataupun mengerikan. Melihat hal ini, Wahyuni memberi saran ke siswa,“ Jangan dibayangkan supaya tidak takut, kalau masih takut alihkan dengan berbicara atau makan permen.” Ucap Korbid yang sekaligus ebagai Ketua Pelaksana kegiatan tersebut.

Suasana di aula MAN 2 Kota Malang semakin ramai. Ketika bebrapa siswa ada yang berteriak, baik laki laki maupun perempuan. Jika kalian melihat perempuan menangis atau berteriak histeris mungkin sudah biasa. Lain halnya dengan kemarin, diantara suasana tegang tersebut ada kejadian yang lucu dan mungkin jarang kita temui.  Ada beberapa siswa laki-laki yang juga ketakutan ketika akan disuntik. Mereka berteriak tidak mau disuntik. Meskipun begitu kegiatan tetap berjalan dengan lancar dan tidak ada yang sampai pingsan. Kegiatan suntik vaksin difteri ini pun juga akan terus berlanjut sampai tiga kali. Mereka yang saat ini kelas X mungkin sudah melaksanakan tahap pertama di sekolah mereka yang dahulu. Pun sama dengan siswa kelas XI yang telah melakukan suntik vaksin pada tahun lalu.

Beberapa siswa siswi yang ditemui setelah melaksanakan imunisasi pun beragam testimoninya. “Rasanya seperti sedang jatuh cinta.Ucap Yaya. Mungkin karena ia ketakutan dan gugup dengan imunisasi ini. Bagi yang takut disuntik, mungkin dia harus mendengar perkataan Najwa, “Gak ada bandingannya dengan sakit hati.” Ucapnya. Bahkan yang lucu lagi ada yang sampai ketagihan ingin disuntik lagi. Supaya tahun depan gak usah suntik lagi, jadi sekalian gitu” Ungkap Nauval. (AfiyaXBhs/Swin)

Written by 

Related posts