Kota Malang (MAN 2) — Gerakan Literasi Madrasah “Ayo Menulis” bagi peserta didik MAN 2 Kota Malang. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Tjahjono Widiyanto, M. Pd, dan didampingi Ketua Panitia Budi Widodo beserta tim panitia serta dihadiri seluruh peserta didik kelas X dengan didampingi Wali kelas masing masing, dilaksanakan pada hari jumat (20/01/23) di Aula bawah.

Ketua Panitia Budi Widodo menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini bagi peserta didik dapat mengembangkan dan menumbuhkan budaya literasi di Madrasah maupun masyarakat ketika mereka berinteraksi dan bergaul.

” Kegiatan literasi dengan memotivasi peserta didik untuk sering membaca dan menulis dapat meningkatkan pengetahuan yang dimiliki dan dapat cepat menerima informasi yang bermanfaat, dan juga dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dalam mengambil intisari dari suatu bacaan.” Ucapnya.

Sementara itu Plt Kepala Madrasah Anita Yusianti menyampaikan manfaat bagi peserta didik MAN 2 Kota Malang sebagai pendukung pengembangan dirinya di Madrasah dan dimanapun dia berada.

” Kegiatan ini bagi peserta didik Madrasah akan lebih mengetahui dalam hal menulis serta juga merangkai kata yang bermakna dan menambah kosa kata, serta meningkatkan fokus dan konsentrasi peserta didik untuk dapat mengoptimalkan kerja otaknya serta mempertajam diri didalam menangkap makna dari suatu informasi yang sedang dibaca.” Jelas Mrs. Anita yang juga mengajar Bahasa Inggris.

Pada kesempatanya Tjahjono Widijanto narasumber yang kelahiran Ngawi Jawa Timur mengangkat tema literasi dalam puisi menjelaskan beberapa langkah dalam menulis puisi, yaitu dengan cara mencari inspirasi dari berbagai sumber referensi dan menulis kalimat dari hal-hal penting yang perlu dicatat, merangkai kalimat dengan bahasa puisi dengan menggunakan diksi
dengan memilih judul yang menarik, membaca ulang dan proses editing, kemudian Puisi siap dipublikasikan.

“Jangan membuat simbol yang sudah umum. Carilah simbol yang unik, asyik, mempribadi, dengan melihat sekitar dengan bahasa atau kata yang ada,” Jelasnya.

Ia menciptakan tak hanya puisi, karya lainnya, seperti esai sastra, cerpen dan artikel yang dimuat di berbagai koran, majalah dan media online, di antaranya Majalah sastra Horison, Basis, Media Indonesia, Koran Tempo, Nusantara Institute, dan lain-lain.

Beberapa buku karyanya antara lain :
Compassion & Solidarity A Bilingual Anthology of Indonesian Writing (UWRF 2009), Dari Zaman Citra ke Metafiksi, Bunga Rampai Telaah Sastra DKJ (Kepustakaan Populer Gramedia dan Dewan Kesenian Jakarta, 2010), Janturan (Juni, 2011), Dari Zaman Kapujanggan Hingga Kapitalisme: Segugusan Esai dan Telaah Sastra (2011), Wangsit Langit (2015), Metafora Waktu: Kumpula Esai Budaya (2017), Eksotika Sastra: Kumpulan Esai Telaah Sastra (2017),
Penakwil Sunyi di Jalan-jalan Api (2018) dan Membongkar Metanarasi Wayang (2020).

Doktor lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNS (Universitas Sebelas Maret Surakarta) ini selain berprestasi di dunia akademik dengan meraih gelar cumlaude, juga meraih berapa penghargaan bergengsi, antara lain :
1. Pemenang Lomba Mengulas Karya Sastra Nasional yang diadakan oleh Depdiknas Pusat, Majalah Sastra Horison dan Ford Foundation (5 kali berturut turut, dari tahun 2002 sampai tahun 2006)
2. Pemenang II Sayembara Kritik Sastra Nasional Dewan Kesenian Jakarta (2004)
3. Pemenang II Sayembara Pusat Perbukuan Nasional (2008 dan 2009)
4. Pemenang II Sayembara Esai Sastra Korea (2009)
5. Pemenang Unggulan Telaah Sastra Nasional Dewan Kesenian Jakarta (2010),
6. Penghargaan Sastra Pendidik dari Badan Pusat Bahasa Nasional (2011)
7. Penghargaan Seniman (Sastrawan) Gubernur Jawa Timur (2014)
8. Penghargaan Sutasoma dari Balai Bahasa Jawa Timur (2019). (Tim Humas)

 

Postingan Terkait