Menyibak Budaya Akademik MAN 2 Kota Malang, MTsN 2 Bondowoso Siapkan Langkah Baru

Waktu Publikasi :

Kota Malang – Upaya memperkuat pengembangan akademik di lingkungan madrasah tidak cukup dilakukan dengan menambah program. Hal itu dilakukan MTsN 2 Bondowoso melalui kunjungan akademik ke MAN 2 Kota Malang, Jumat (7/8). Rombongan diterima di Gedung Laboratorium Sains lantai 4, Ruang Auditorium MAN 2 Kota Malang, sekitar pukul 15.30 WIB.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi kedua madrasah untuk bertukar pengalaman dan strategi pengembangan akademik, khususnya dalam membangun budaya belajar, pembinaan prestasi, serta penguatan kompetensi murid agar mampu bersaing hingga tingkat nasional dan internasional.
Kepala MTsN 2 Bondowoso, Siti Mutmainnah, S.Pd., mengatakan kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurut beliau, datang langsung ke MAN 2 Kota Malang menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat bagaimana sebuah madrasah membangun ekosistem pembelajaran yang mendukung prestasi akademik.
“Dengan harapan, setelah datang ke MAN 2 Kota Malang, kami mendapatkan sesuatu yang bisa kami bawa pulang dan diterapkan di madrasah kami. Kami sudah mengetahui reputasi MAN 2 Kota Malang, sehingga kunjungan ini sekaligus membuka pemikiran kami untuk melihat secara langsung bagaimana pengembangan akademik dilakukan,” jelasnya.
Beliau menuturkan, program yang menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut berkaitan dengan pengembangan akademik. MTsN 2 Bondowoso ingin mengetahui bagaimana strategi MAN 2 Kota Malang dalam mencetak murid yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan dan berkompetisi di tingkat internasional.
“Rasanya ini menjadi kunjungan yang linier dengan kebutuhan kami sebagai sebuah madrasah. Kami ingin memperluas budaya belajar dengan melihat secara langsung program-program unggulan, sehingga kami dapat memahami bagaimana ekosistem pembelajaran, iklim kompetisi, kedisiplinan, serta pemanfaatan teknologi dibangun,” tutur Siti.
Menurut beliau, pengalaman tersebut juga penting untuk memberikan motivasi dan orientasi pendidikan kepada murid sejak dini. Dengan mengetahui gambaran madrasah unggulan secara langsung, murid diharapkan memiliki tujuan yang lebih jelas dalam mengembangkan kompetensinya.
“Mereka bisa lebih mengenal sejak dini gambaran madrasah yang memiliki reputasi baik. Dari sana, mereka sudah mempunyai rencana dan motivasi untuk meningkatkan kompetensi agar nantinya bisa menembus madrasah unggulan seperti MAN 2 Kota Malang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurut beliau, interaksi antarmadrasah menjadi ruang penting untuk saling belajar dan memperkuat kualitas pendidikan madrasah.
“Setiap madrasah memiliki pengalaman, kekuatan, dan strategi yang berbeda. Karena itu, pertemuan seperti ini bukan hanya tentang bagaimana satu madrasah belajar dari madrasah lain, tetapi juga bagaimana kita saling bertukar pengalaman untuk menemukan langkah yang lebih baik dalam meningkatkan mutu pendidikan,” tutur beliau.
Beliau menegaskan bahwa penguatan akademik harus dibangun melalui ekosistem yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari murid, guru, program pembinaan, hingga budaya belajar yang konsisten.
“Prestasi akademik tidak lahir secara instan. Ada proses panjang yang harus dibangun melalui budaya belajar, pembinaan yang terarah, pendampingan guru, serta keberanian murid untuk terus mengembangkan potensinya. Ekosistem itulah yang perlu kita bangun bersama,” ungkap Samsudin.
Dalam kesempatan tersebut, Staf Kurikulum MAN 2 Kota Malang, Edi Sutomo, M.Pd., turut memaparkan sejumlah pengalaman dan strategi yang diterapkan dalam pengembangan akademik di madrasah. Penjelasan diarahkan pada bagaimana program akademik dirancang, dijalankan, serta dievaluasi agar dapat memberikan dampak terhadap perkembangan kompetensi murid.
“Pengembangan akademik harus memiliki arah yang jelas. Program tidak hanya dibuat untuk mengejar prestasi, tetapi bagaimana setiap murid mendapatkan ruang untuk berkembang sesuai potensi dan minatnya. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan murid,” ungkap Edi.
Beliau menjelaskan, keberhasilan pembinaan akademik juga membutuhkan sinergi antara kurikulum, guru pembina, murid, serta dukungan manajemen madrasah. Menurut beliau, konsistensi dalam proses menjadi salah satu kunci agar budaya akademik dapat tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian di madrasah.
“Yang terpenting adalah membangun budaya. Ketika budaya belajar, disiplin, kompetisi yang sehat, dan pendampingan sudah berjalan, prestasi akan mengikuti sebagai bagian dari proses tersebut,” jelasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Rombongan MTsN 2 Bondowoso memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih jauh mengenai pengembangan program akademik, pola pembinaan murid, serta strategi yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik madrasah.
Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi MTsN 2 Bondowoso untuk mengembangkan program bina akademik secara lebih terarah. Di sisi lain, kunjungan ini juga memperkuat jejaring antarmadrasah dalam upaya bersama meningkatkan mutu pendidikan.
Kegiatan ditutup dengan pertukaran cendera mata sebagai kenang-kenangan atas kunjungan dan silaturahmi kedua madrasah. Momen tersebut menjadi simbol bahwa penguatan pendidikan dapat tumbuh melalui kolaborasi dan keterbukaan untuk saling belajar.
Ke depan, pengalaman yang diperoleh dari kunjungan tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program konkret di MTsN 2 Bondowoso. Strategi pengembangan akademik yang diperoleh diharapkan mampu memperluas budaya belajar dan meningkatkan kompetensi murid. Lebih jauh, sinergi antarmadrasah diharapkan terus berkembang untuk membuka semakin banyak peluang bagi murid dalam meraih prestasi hingga tingkat nasional dan internasional. (RI)

  

Menu

Aplikasi Madrasah

INFO SNMB

Brosur PMB 2026

INFO PMB