Jadi Tuan Rumah, MAN 2 Kota Malang Rajut Teduh Roadshow Gernas Pesantren Aman

Waktu Publikasi :

Kota Malang – MAN 2 Kota Malang menjadi tuan rumah pelaksanaan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman “Roadshow 22” pada Rabu (12/8). Kegiatan yang dimulai pukul 09.25 WIB tersebut berlangsung di aula utama yang berada di bawah naungan Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga pesantren. Adapun rangkaian kegiatan meliputi halaqah pengasuh, pelatihan musyrif/musyrifah, serta pelatihan santri.

Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ustadz Minhadju Dzikri Aniq, S.Si., M.Si. Selanjutnya, kegiatan dipandu oleh Nadya Amri Fauzie, M.Pd. selaku pembawa acara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PBNU sekaligus Ketua Satuan Anti Kekerasan Pesantren, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, Ketua PCNU Kota Malang, Ketua RMI PCNU Kota Malang, jajaran Kasubbag, kepala seksi, dan penyelenggara Zawa pada Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Kepala MAN 2 Kota Malang beserta para kepala madrasah negeri di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Santri Ma’had Al Qalam beserta seluruh pondok pesantren di wilayah Kantor Kementerian Agama Kota Malang, serta para masyayikh, alim ulama, musyrif/musyrifah, dan seluruh tamu undangan.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada MAN 2 Kota Malang sebagai tuan rumah kegiatan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman “Roadshow 22”.

“Kami sampaikan terima kasih. Kami memberikan pelayanan yang terbaik karena MAN 2 Kota Malang ini termasuk zona integritas WBK menuju WBBM di tahun 2026 ini,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan komitmen MAN 2 Kota Malang untuk memberikan pelayanan terbaik dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. Status sebagai satuan pendidikan yang berada dalam zona integritas menjadi bagian dari semangat madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menciptakan lingkungan pendidikan yang baik.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, KH. Achmad Shampton, S.Hi., M.Ag., menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang. Menurutnya, Ma’had Al Qalam telah memiliki izin operasional untuk penyelenggaraan kegiatan pesantren dan telah menunjukkan kontribusi positif dalam pembinaan para santri.

“MAN 2 Kota Malang ini punya Ma’had Al Qalam yang punya izin operasional untuk kegiatan pesantren. Alhamdulillah, membuktikan anak-anaknya juga bisa,” tuturnya.

Lebih lanjut, beliau berharap keberadaan pesantren dan madrasah dapat terus menjadi ruang pendidikan yang aman serta nyaman bagi para peserta didik.

“Harapan kami agar termasuk ruang yang aman dan nyaman untuk anak-anak kita semua,” lanjutnya.

Gerakan Nasional Pesantrenku Aman “Roadshow 22” tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi juga menjadi ruang penguatan kapasitas bagi para pengasuh, musyrif/musyrifah, dan santri. Melalui halaqah pengasuh, peserta mendapatkan ruang untuk memperkuat pemahaman dan komitmen dalam menciptakan tata kelola pesantren yang aman. Sementara itu, pelatihan musyrif/musyrifah dan pelatihan santri diarahkan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam membangun budaya pesantren yang saling menghormati, melindungi, dan bebas dari kekerasan.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, pesantren, organisasi keagamaan, dan Kementerian Agama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang memberikan rasa aman bagi seluruh santri.

Pada rangkaian kegiatan, turut dilaksanakan penukaran vandel atau cendera mata sebagai kenang-kenangan sekaligus simbol terjalinnya sinergi dan kolaborasi dalam mendukung Gerakan Nasional Pesantrenku Aman.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pesantren dapat semakin memperkuat sistem perlindungan dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Seluruh pihak yang terlibat juga diharapkan memiliki komitmen bersama untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan serta membangun budaya saling menghargai di lingkungan pesantren.

Rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman “Roadshow 22” kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang, H. Ahmad Taufiq Wahyudi A S, Lc., MA.

Melalui kegiatan ini, MAN 2 Kota Malang berharap semangat tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kolaborasi seluruh unsur pesantren, madrasah, dan pemangku kepentingan, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang santri secara optimal. (RI)

 

Menu

Aplikasi Madrasah

INFO SNMB

Brosur PMB 2026

INFO PMB