Kota Malang – MAN 2 Kota Malang menerima kunjungan dan berbagi praktik baik tentang pembangunan Zona Integritas (ZI) dari Kementerian Agama Kabupaten Gowa dan Kabupaten Bantaeng, Kamis (10/9). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 WIB di Ruang Multimedia Lantai 3 MAN 2 Kota Malang ini menjadi momentum berbagi pengalaman dan strategi dalam membangun budaya integritas di lingkungan madrasah dan instansi pemerintah.
Acara dipandu oleh MC Faizul Ismani, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, H. Jamaris, S.Ag., MH., selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, menyampaikan apresiasinya terhadap MAN 2 Kota Malang yang dinilai telah menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan Zona Integritas.
“MAN 2 Kota Malang sebagai kiblat selalu menjadi inspirasi bagi kita semua. Hal inilah yang memotivasi kami untuk datang dan melihat secara langsung proses yang dilakukan oleh seluruh jajaran di MAN 2 Kota Malang dalam membangun Zona Integritas,” ungkapnya.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat membuka wawasan dan memberikan pembelajaran yang dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing.
“Semoga kami juga bisa menembus WBBM. Tentu itu menjadi harapan kita bersama. Melalui kunjungan ini, kami ingin menyempurnakan apa yang sudah kami lakukan, membuka wawasan, serta mengambil hal-hal baik dari MAN 2 Kota Malang agar menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. H. Samsudin, M.Pd., Kepala MAN 2 Kota Malang, menjelaskan bahwa pembangunan Zona Integritas membutuhkan proses yang terencana, konsisten, dan didukung oleh bukti nyata dari setiap pelaksanaan program.
“Penekanan Zona Integritas adalah pada perencanaan, eksekusi, dan bagaimana seluruh proses tersebut dapat kita hasilkan dalam bentuk eviden yang sudah tersedia. Pengalaman kami membangun Zona Integritas sejak tahun 2020 juga tidak selalu berjalan mulus. Ada proses jatuh bangun, evaluasi, dan perbaikan yang terus kami lakukan agar semangat membangun Zona Integritas tetap tumbuh,” jelasnya.
Menurutnya, predikat Zona Integritas bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses membangun tata kelola yang lebih baik dan berorientasi pada pelayanan.
“Zona Integritas bukan hanya tentang mendapatkan predikat, tetapi bagaimana nilai-nilai integritas benar-benar menjadi budaya dalam setiap pekerjaan dan pelayanan. Karena itu, apa yang sudah kita capai harus terus dijaga, dievaluasi, dan disempurnakan,” tuturnya.
Ketua Zona Integritas MAN 2 Kota Malang, Ady Siswanto, S.Pd., turut memaparkan berbagai praktik yang telah dilakukan MAN 2 Kota Malang dalam membangun dan mempertahankan Zona Integritas. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan ZI membutuhkan keterlibatan seluruh unsur madrasah, bukan hanya tim yang secara khusus menangani Zona Integritas.
“Zona Integritas merupakan kerja bersama. Setiap unsur di madrasah memiliki peran dalam memastikan program yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik dan menghasilkan eviden yang jelas. Yang terpenting bukan sekadar kelengkapan dokumen, tetapi adanya perubahan nyata dalam tata kelola, pelayanan, dan budaya kerja,” jelasnya.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antar satuan kerja dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berintegritas. Selain itu, pengalaman MAN 2 Kota Malang diharapkan dapat menjadi referensi bagi Kementerian Agama Kabupaten Gowa dan Kabupaten Bantaeng dalam menyempurnakan pembangunan Zona Integritas di wilayah masing-masing.
Pertukaran praktik baik juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan, tetapi dapat dilanjutkan melalui komunikasi dan kolaborasi antar satuan kerja. Dengan demikian, berbagai inovasi dan strategi dalam pembangunan Zona Integritas dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan. (RI)




